tips

Sumber Referensi untuk Mencari Padanan Terjemahan

Menerjemahkan bukan sekadar mengganti bahasa sumber menjadi bahasa sasaran. Hal yang paling utama dalam menerjemahkan adalah mencari padanan yang berterima dalam bahasa sasaran.

Seiring dengan perkembangan zaman, istilah-istilah dalam berbagai bahasa juga semakin bertambah. Misalnya, pada awal tahun 1900, masih belum ada yang mengenal istilah-istilah di bidang teknologi informasi.

Bahasa akan selalu berkembang. Oleh karena itu, penting bagi penerjemah untuk bisa mengikuti perkembangan bahasa. Ada istilah-istilah baru yang harus dibuatkan padanannya oleh penerjemah. Namun, tidak sedikit juga istilah-istilah baru yang sudah dibuatkan padanannya oleh orang lain.

Photo by Miguel Á. Padriñán on Pexels.com

Di bawah ini adalah beberapa sumber referensi yang dapat menjadi tempat untuk menjadi padanan terjemahan bahasa Jepang-Indonesia.

1. Wikipedia

Situs web yang satu ini boleh dibilang sebagai ‘musuh’-nya dosen. Tidak sedikit dosen yang melarang mahasiswa untuk menjadi Wikipedia sebagai sumber referensi. Namun, situs ini justru sangat berguna bagi penerjemah. Bayangkan, artikel dalam satu bahasa, dapat langsung dibaca dalam bahasa lain hanya dengan sekali klik.

Situs ini baik untuk mencari referensi padanan nama hewan, tanaman, atau peristiwa.

2. Situs resmi pemerintah

Jumlah warga negara Indonesia di Jepang tidak termasuk dalam lima besar. Jumlahnya kalah jauh dari Filipina dan Vietnam yang sama-sama berasal dari Asia Tenggara. Meskipun begitu, beberapa situs resmi pemerintah Jepang memuat tulisan atau pengumuman yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Salah satu contohnya adalah Ministry of Heath, Labor, and Welfare (MHLW) yang menerjemahkan informasi mengenai bantuan pemerintah bagi yang terdampak Covid-19 (https://www.mhlw.go.jp/content/000632261.pdf).

Situs-situs pemerintah sangat baik untuk mencari padanan mengenai kebijakan pemerintah.

3. Situs organisasi resmi

Tidak hanya pemerintah, organisasi atau lembaga yang memiliki hubungan erat dengan Indonesia juga umumnya menerjemahkan tulisan atau pengumuman ke dalam bahasa Indonesia.

Salah satu contohnya adalah Japan Internasional Trainee & Skilled Worker Cooperation Organization (JITCO). Mereka adalah organisasi yang mengurus pemagang di Jepang dan menerbitkan buku pegangan bagi pemagang yang salah satunya telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia (https://www.jitco.or.jp/download/data/jissyuseiteyou_Indonesia.pdf).

Situs-situs organisasi resmi sangat baik untuk mencari padanan mengenai istilah yang berhubungan dengan bidang yang dilakukan oleh organisasi-organisasi tersebut.

4. Situs informasi wisata

Sama halnya dengan warga negara Indonesia di Jepang, sebenarnya jumlah wisatawan Indonesia ke Jepang bukanlah yang terbesar. Bahkan tidak masuk dalam 10 besar. Namun, pertumbuhan jumlah wisatawan dari Indonesia ke Jepang yang tinggi mungkin menjadi alasan untuk menyediakan informasi dalam bahasa Indonesia.

Salah satunya adalah situs web Live Japan (https://livejapan.com/id/). Selain objek wisata, situs seperti ini biasanya memuat juga artikel mengenai kebudayaan dan sejarah Jepang.

Situs-situs informasi wisata sangat baik untuk mencari padanan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pariwisata, budaya, dan sejarah Jepang.

5. NHK World-Japan

NHK adalah stasiun penyiaran yang berada di bawah pemerintah Jepang. Selain saluran TV, lembaga ini juga memiliki saluran radio.

NHK World adalah salah satu divisi yang berperan untuk menyebarkan berita mengenai Jepang ke seluruh dunia dalam berbagai bahasa. Salah satunya adalah bahasa Indonesia (https://www3.nhk.or.jp/nhkworld/id/). Berita-berita aktual di Jepang dapat dibaca dalam bahasa Indonesia. Selain itu, beberapa program TV juga dapat ditonton dengan teks bahasa Indonesia.

Situs NHK World-Japan sangat baik untuk mencari padanan terjemahan khususnya untuk hal-hal yang bersifat aktual.

Itu adalah beberapa situs web yang dapat dijadikan sebagai referensi untuk mencari padanan terjemahan Jepang-Indonesia. Semoga bermanfaat ^^

tips

Tips Menerjemahkan Orang yang Bicaranya Panjang: Metode PREP

Dalam tulisan sebelumnya, saya berbagi tips menerjemahkan dengan menggunakan metode deduksi ala Sherlock Holmes. Dalam tulisan kali ini, saya hendak berbagi tips lain untuk menerjemahkan orang yang bicara panjang, yaitu menerjemahkan dengan metode PREP.

Metode PREP adalah sebuah metode yang biasa digunakan dalam presentasi. PREP adalah singkatan dari Point (kesimpulan), Reason (alasan), Example (contoh), dan Point (kesimpulan). Metode presentasi ini biasa diajarkan dalam pelatihan bagi level manajerial untuk meningkatkan kemampuan presentasi.

Saya merasa metode ini dapat digunakan juga dalam penjurubahasaan, khususnya bagi orang Jepang karena mereka cukup mengenal metode penyampaian seperti ini. Metode ini dapat digunakan khusus dalam situasi yang membutuhkan jawaban “Ya atau tidak”, “Bisa atau tidak”, “Kapan”, “Di mana”, atau jawaban-jawaban spesifik lainnya, tetapi disampaikan secara panjang lebar sebelum mendapatkan jawaban yang  diinginkan.

Sama seperti yang telah disampaikan dalam tulisan sebelumnya, pada prinsipnya jurbah tetap harus menerjemahkan sesuai dengan yang disampaikan dengan pembicara. Namun, untuk mencapai tujuan penerjemahan berupa menyampaikan pesan dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran, metode ini dapat digunakan. Perlu DIPERHATIKAN bahwa tips ini HANYA dapat digunakan untuk situasi yang telah disebutkan di atas.

Sesuai dengan namanya, menerjemahkan dengan metode ini dimulai dengan menyampaikan kesimpulan. Misalnya, A bertanya kepada B, apakah B dapat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh A secara tepat waktu. Kemudian, B menjawab secara panjang lebar terlebih dahulu sampai pada akhirnya mengatakan bahwa tidak bisa.

Photo by Ann H on Pexels.com

Pada saat menerjemahkan, jurbah menyampaikan terlebih dahulu bahwa B tidak bisa menyelesaikan tugasnya tepat waktu, lalu menerjemahkan alasannya sesuai dengan yang dikatakan oleh B, dan ditutup kembali dengan kesimpulan bahwa B tidak dapat menyelesaikannya tepat waktu.

Dengan menerjemahkan menggunakan metode ini, A dapat segera memperoleh jawaban yang diinginkan tanpa harus menunggu “2 kali”, yaitu penjelasan dari B dalam bahasa sumber dan terjemahannya.

Sama juga dengan metode deduksi ala Sherlock Holmes, ada baiknya jurbah memberi tahu terlebih dahulu bahwa akan menyampaikan kesimpulannya sebelum menerjemahkan. Misalnya dengan mengatakan, “Saya akan sampaikan dahulu jawaban (kesimpulan) dari pertanyaannya, yaitu….”

Mengulang lagi yang telah disampaikan di awal, metode ini cocok untuk menerjemahkan situasi yang membutuhkan jawaban “Ya atau tidak”, “Bisa atau tidak”, “Kapan”, “Di mana”, atau jawaban-jawaban spesifik lainnya, tetapi disampaikan secara panjang lebar sebelum mendapatkan jawaban yang  diinginkan. Jurbah juga perlu untuk menyampaikan terlebih dahulu bahwa akan menerjemahkan dengan dimulai dari kesimpulannya.

 Semoga tips ini bermanfaat ^_^

tips

Mempromosikan Diri Sebagai Penerjemah Lepas: Secara Pasif

Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya mengenai mempromosikan diri secara aktif. Sesuai dengan namanya, cara promosi ini dilakukan dengan memasang profil secara daring agar dapat dibaca oleh calon klien atau user. Contoh yang paling sederhana adalah dengan memasang profil di situs LinkedIn.

Namun, kekurangan dari LinkedIn adalah memuat profil orang-orang di berbagai bidang. Agar lebih efektif, penerjemah perlu memasang profilnya di situs yang khusus berhubungan dengan dunia penerjemahan. Ada dua situs yang sangat terkenal, yaitu ProZ.com dan TranslatorsCafe.com. Kedua situs tersebut adalah sejenis market place penerjemahan. Selain dapat memajang profil, di sana juga dapat mencari pekerjaan yang ditawarkan oleh agensi penerjemahan.

Biaya untuk memasang profil di kedua situs tersebut pada dasarnya gratis. Namun, mereka juga menawarkan keanggotaan berbayar. Kelebihan dari keanggotaan berbayar adalah memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang tidak ditawarkan secara umum dari agensi penerjemahan.

Selain di jejaring sosial dan market place, profil juga dapat dimuat di dalam direktori penerjemah. Di Indonesia terdapat Direktori Penerjemah Indonesia yang dikelola oleh Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI). Syarat agar profil dapat dimuat di sana adalah dengan menjadi anggota HPI.

Contoh direktori lain adalah Translator Directory of Japan yang dikelola oleh admin sukarelawan situs tersebut. Syarat untuk dimuat dalam situs ini adalah dengan mengajukan permohonan kepada pengelola situs.

Tips saya untuk promosi secara pasif adalah usahakan agar mencantumkan kata-kata kunci secara umum dan khusus secara bersamaan. Misalnya, ketika mencantumkan memiliki kemampuan bahasa Jepang, cantumkan juga bahwa memiliki kemampuan bahasa Jepang bisnis, bahasa Jepang bidang manufaktur, bahasa Jepang bidang hiburan, dan sebagainya. Demikian juga ketika menyebutkan bidang keahlian. Cantumkan dengan memecahnya menjadi bidang spesifik yang lebih detail lagi.

Tujuannya adalah jika ada yang mencari melalui Google dengan kata kunci yang spesifik, kemungkinan untuk berada di halaman terdepan dan posisi teratas menjadi semakin besar.

Mudah-mudahan pengalaman dan tips yang dibagikan ini dapat berguna. Selamat mencoba!

tips

Mempromosikan Diri Sebagai Penerjemah Lepas: Secara Aktif

Sejak saya mulai membuat blog ini, cukup banyak email, komentar, atau pesan melalui WA yang menanyakan cara untuk mempromosikan diri sebagai penerjemah lepas. Untuk itu, saya akan mencoba berbagi pengalaman saya dalam mempromosikan diri. Tulisan ini terdiri dari dua bagian, yaitu mempromosikan diri secara aktif dan mempromosikan diri secara pasif.

Tulisan yang pertama ini akan membahas mengenai mempromosikan diri secara aktif. Yang saya maksud dengan secara aktif adalah mengirimkan lamaran ke berbagai agensi penerjemahan. Modal yang diperlukan adalah CV, track record, dan contoh hasil terjemahan.

Tips saya dalam pembuatan CV adalah tidak perlu membuat CV yang panjang. Cukup 1 halaman saja yang berisi informasi dasar seperti nama, kontak, pendidikan terakhir, dan hal-hal yang berhubungan dengan kemampuan bahasa seperti kursus yang pernah diikuti atau sertifikat kebahasaan.

Dibandingkan dengan CV, track record atau daftar pengalaman penerjemahan-lah yang paling penting bagi agensi penerjemahan. Bagi pemula yang tidak memiliki pengalaman menerjemahkan secara profesional, sebaiknya cantumkan dengan jelas bahwa belum memiliki pengalaman. Sebagai gantinya, cantumkan bidang-bidang yang dikuasai agar dapat menjadi pertimbangan.

Isi yang perlu dicantumkan dalam track record adalah pasangan bahasa dan jenis dokumen yang pernah diterjemahkan. Usahakan untuk menuliskan dengan jelas jenis dokumennya. Contohnya, alih-alih menulis dokumen legal, lebih baik menulis surat perjanjian atau AD/ART. Ini akan memudahkan agensi penerjemahan untuk mengukur pengalaman penerjemah.

Sedangkan bagi juru bahasa (interpreter), isi yang perlu dicantumkan dalam track record adalah pasangan bahasa, jenis penjurubahasaan, dan kontennya. Contohnya, dibandingkan menulis juru bahasa konsekutif untuk meeting, akan lebih mudah dipahami jika menulisnya juru bahasa konsekutif untuk meeting mengenai pendirian perusahaan.

Yang terakhir adalah contoh hasil terjemahan. Contoh yang diberikan jangan berupa hasil terjemahan yang pernah dikerjakan karena dikhawatirkan dapat melanggar kerahasiaan. Silakan cari bahan yang akan diterjemahkan sesuai dengan bidang yang dikuasai di internet. Bagi juru bahasa, bisa saja dengan melampirkan rekaman terjemahan dengan sumber yang juga berasal dari internet.

Kalau ketiganya sudah siap, yang menjadi pertanyaannya adalah: Ke mana lamarannya dikirim? Cara yang paling mudah adalah dengan mencari agensi penerjemahan di internet. Kata kuncinya bisa dimulai dari yang sederhana seperti: agensi penerjemahan, bahasa Jepang (atau bahasa lain sesuai dengan bahasa asing yang dikuasai). Bisa juga menggunakan kata kunci dengan bahasa asing seperti bahasa Inggris atau bahasa Jepang. Namun, jangan lupa untuk mengganti kata kuncinya dengan “Indonesian” atau “インドネシア語” karena yang menjadi bahasa sasaran adalah bahasa Indonesia.

Tips terakhir adalah usahakan untuk menuliskan rangkuman CV secara singkat di dalam badan email. Sedangkan pada judul email, tuliskan mengenai maksud lamaran sebagai penerjemah pasangan bahasa yang dikuasai.

Selamat mencoba melamar!

Interpreter

Berubah Mengikuti Perkembangan Zaman

Ada segmen Profil CEO dalam Harian Kompas edisi Senin, 18 Maret 2019 menampilkan Presiden Direktur Astra Grup Prijono Sugiarto yang bercerita mengenai perusahaan perlu adaptif, trengginas, dan inovatif agar mampu menghadapi tantangan. Beliau mencontohkan Astra yang tadinya memiliki porsi bisnis otomotif sebanyak 90% pada tahun 2001, kini menjadi sekitar 39%. Saya juga pernah mendengar langsung mengenai perubahan yang dilakukan oleh Fujifilm setelah bisnis film foto tidak lagi laku dengan semakin populernya kamera digital dan ponsel yang dapat digunakan juga untuk memoto.

Apa yang dilakukan oleh kedua contoh perusahaan tersebut adalah dalam rangka mempertahankan bisnis untuk tetap berjalan, sekalipun tantangan yang dihadapi dan kegiatan usaha yang dilakukan berbeda dengan pada saat awal berdirinya perusahaan.

Menurut saya, dunia penjurubahasaan Jepang-Indonesia pun mengalami berbagai macam tantangan dalam 10 tahun ini. Saya masih ingat sekitar tahun 2010, ketika itu banyak perusahaan manufaktur Jepang yang ekspansi ke Indonesia. Kawasan industri sepanjang jalan tol Cikampek pun menjadi semakin ramai. Permintaan juru bahasa Jepang untuk mendampingi survei lokasi pabrik, pengurusan izin, rekrutmen karyawan baru, dan hal-hal yang berhubungan dengan pendirian perusahaan sangat ramai.

Dua atau tiga tahun setelahnya, kali ini ramai dengan isu demo pekerja. Menjadi juru bahasa di antara dua pihak yang bertantangan menjadi pengalaman tersendiri karena di luar kemampuan berbahasa, kemampuan berkomunikasi, mengontrol emosi, dan menunjukkan sikap yang tidak berpihak adalah hal yang harus dimiliki dalam situasi tersebut.

Pada tahun 2014-2015, industri otomotif Indonesia menjadi lesu. Saya juga turut merasakan dampaknya karena mendapat cukup banyak pembatalan job juru bahasa dari pabrik-pabrik Jepang karena alasan efisiensi biaya.

Namun, di saat yang bersamaan, industri pariwisata justru sangat menggeliat. Apalagi Tokyo telah ditetapkan sebagai tuan rumah Olimpiade 2020 sehingga Jepang sangat giat untuk menarik wisatawan asing datang ke Jepang. Salah satu bentuk keseriusan tersebut adalah dengan mengajak 1.000 pelaku usaha industri Jepang ke Indonesia dalam rangka melakukan promosi wisata Jepang (https://www.id.emb-japan.go.jp/news15_46.html). Konon, kegiatan tersebut menjadi ‘panen raya’ bagi para juru bahasa Jepang karena permintaannya yang banyak. Bahkan karena kehabisan ‘stok’ juru bahasa Jepang-Indonesia, siapa pun yang bisa bahasa Jepang diajak untuk terlibat dalam rangkaian acara tersebut.

Dalam 2-3 tahun terakhir ini, permintaan juru bahasa yang berhubungan dengan bisnis dan pemerintah semakin meningkat. Hal ini konon dipacu oleh berkurangnya investasi langsung, tetapi semakin meningkatnya kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan kemampuan SDM dan kerja sama teknis.

Bercermin dari Astra dan Fujifilm seperti pada contoh di atas, menurut saya seorang juru bahasa, khususnya juru bahasa lepas, pun harus bisa berubah mengikuti zaman. Jika dulu cukup hanya memiliki pengetahuan mengenai gemba, kini akan lebih baik jika memiliki pengetahuan juga mengenai manajemen perusahaan, khususnya bidang legal dan akuntansi. Pengetahuan mengenai kebijakan pemerintah, baik Indonesia dan Jepang juga sebaiknya dimiliki agar dapat membaca tren perubahan atau tantangan yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Bagaimana pun juga, pada akhirnya menjadi juru bahasa lepas sama dengan melakukan usaha. Sebuah usaha yang dilakukan secara profesional oleh individu seperti halnya pengacara atau dokter praktik. Agar usahanya dapat berjalan dengan lancar, tentunya perlu membuat strategi. Salah satunya adalah dengan membaca peluang pasar dan menyiapkan pengetahuan yang diperlukan untuk menghadapinya.

Interpreter, Uncategorized

(Jangan) Menilai Buku dari Sampulnya

Alkisah Abu Nawas diundang oleh raja untuk makan di istana. Abu Nawas pun berangkat memenuhi undangan tersebut dengan mengenakan pakaian sekadarnya. Sesampainya di istana, penjaga gerbang menahannya dan menanyakan keperluannya.

“Saya datang diundang oleh raja”, jawab Abu Nawas.

“Maaf, tolong kenakan pakaian yang lebih pantas jika hendak masuk ke dalam istana”, pinta sang penjaga.

Abu Nawas pun kembali ke rumahnya dan berganti pakaian. Kali ini dia mengenakan pakaian paling bagus yang dimilikinya. Penjaga yang melihat Abu Nawas telah berganti pakaian pun puas dan mengizinkannya untuk masuk ke dalam istana.

Abu Nawas kemudian masuk ke ruang jamuan dan menunggu makanan dihidangkan. Setelah itu, dia mengambil piring yang berisi makanan tersebut dan menumpahkannya pada bajunya. Raja dan para tamu lain terkejut melihat perbuatannya.

“Apa yang kau lakukan, Abu Nawas?”, tanya sang raja.

“Aku memberi makanan pada pakaianku, wahai raja”, jawab Abu Nawas.

“Kenapa kau melakukan hal itu?”

“Karena aku diizinkan masuk ke sini setelah berganti pakaian. Itu artinya, pakaianku lah yang diundang, bukan diriku”.

 

————————————-

Berbeda dengan penerjemah simultan yang bekerja di dalam bilik, penerjemah konsekutif umumnya bekerja berdampingan dengan pembicaranya. Sehingga, mata para pendengar akan tertuju kepada sang penerjemah ketika dia berbicara.

Para klien atau user pun memiliki harapan agar rupa penerjemah sesuai dengan harapan mereka. Tidak jarang diantara mereka yang sejak awal telah memberitahukan persyaratan fisik yang mereka cari. Dalam beberapa forum seperti grup Facebook atau Whatsapp, ada rekan-rekan penerjemah yang mengeluhkan persyaratan seperti ini.

“Penerjemah, ‘kan, yang penting kemampuannya. Memangnya fisik berpengaruh pada kemampuan penerjemah?”

Itu adalah tanggapan paling umum ketika melihat lowongan penerjemah yang mencantumkan persyaratan fisik harus menarik.

Dulu pun saya berpikir seperti itu, hingga ada kejadian yang membuat saya berpikir ulang mengenai makna ‘fisik’ tersebut. Ketika itu saya sedang dikontrak oleh sebuah pabrik selama beberapa bulan dalam rangka persiapan ISO. Pakaian yang dikenakan di sana adalah seragam kerja. Setiap pagi para karyawannya datang dengan pakaian bebas, kemudian menukarnya dengan seragam kerja di ruang loker.

Awalnya saya datang dengan T-shirt yang apa adanya dan juga memakai sepatu kets biasa. Suatu saat salah seorang staf berkata kepada saya, “Saya perhatikan Pak Hanif selalu memakai T-shirt biasa setiap datang ke sini. Sayang, lho, pak. Saya tidak tahu berapa honor bapak, sih, tapi saya yakin honornya besar. Seharusnya bapak pakai pakaian yang lebih rapi, supaya kelihatannya pantas”.

Saya terkejut juga dengan ucapannya. Saya perhatikan staf tersebut memang selalu berpakaian rapi ketika datang. Dia selalu mengenakan kemeja, celana kain, dan sepatu pantofel, walaupun nantinya semua itu akan diganti dengan seragam kerja dan sepatu kerja yang seragam juga.

Mendengar ucapannya tersebut, saya jadi teringat dengan cerita Abu Nawas di atas dan artikel mengenai kesan pertama. Dalam artikel yang saya baca tersebut mengatakan bahwa pakaian merupakan salah satu yang orang perhatikan ketika bertemu untuk pertama kalinya. Rasanya seperti tidak adil jika orang dinilai melalui pakaiannya, tetapi kenyataannya orang menilai penampilan seseorang baik sengaja maupun tidak.

Semenjak kejadian itu, saya selalu memikirkan pakaian apa yang akan saya kenakan dalam pekerjaan-pekerjaan saya. Contohnya, ketika menjadi penerjemah untuk konferensi pers di hotel, saya lebih memilih batik karena audiensnya lebih banyak orang Indonesia. Untuk acara jamuan yang diselenggarakan oleh perusahaan Jepang dengan tamu yang lebih banyak berasal dari Jepang langsung, saya memilih setelan jas.

file_000
Sebagai penerjemah dalam gala dinner bersama pembeli apartemen Branz Simatupang

Dengan mengenakan pakaian yang tepat dan tidak salah kostum, hal itu ternyata membuat klien atau user saya percaya dan yakin bahwa saya akan menerjemahkan dengan benar, walaupun saya belum bekerja (baca: menerjemahkan). Lawan bicara atau audiens dari klien/user saya pun demikian. Tentunya ini juga meningkatkan kepercayaan diri saya.

Bagi klien/user, penerjemah mewakili diri mereka. Khususnya ketika dalam acara promosi atau negosiasi, lawan bicara atau audiens tidak melihat penerjemah sebagai seorang individu yang independen, melainkan sebagai satu kesatuan dari penyelenggara acara atau perusahaan yang diwakilinya. Hal ini lah yang membuat sebagian klien/user memikirkan penampilan fisik dari sang penerjemah.

Penampilan fisik yang menarik bukan berarti harus rupawan, melainkan berpenampilan yang sesuai dengan situasinya. Jangan lupa juga untuk tersenyum. Konon senyum membuat orang jauh lebih menarik daripada tidak berekspresi ketika berbicara.

Sebenarnya saya ingin seperti Mark Zuckerberg yang tidak pernah pusing untuk memilih baju apa yang dikenakannya setiap hari. Namun tidak ada salahnya juga untuk berpakaian dengan rapi sesuai situasinya.

Klien senang, saya pun menjadi percaya diri ^^

Uncategorized

Membuat Paspor di Kantor Imigrasi Bogor

Dulu, ketika membuat paspor pada tahun 1990-an, membayangkan untuk mengurusnya saja sudah repot. Apalagi ketika itu saya masih di bawah umur, sepertinya ada saja hal-hal yang dipersulit dalam pembuatan paspor.

Namun persepsi tersebut sudah berubah sekarang. Dalam hal ini saya melihat kondisi Kantor Imigrasi Bogor yang menurut saya sudah sangat bagus. Terakhir kali saya memperpanjang paspor 5 tahun yang lalu (2008), ruangannya belum ber-AC. Kini, ruangannya sudah ber-AC. Antrian untuk mendaftar pun sudah tidak serobotan lagi karena sudah pakai sistem nomor panggil. Itu pun dibatasi hanya 150 orang/hari, sehingga ruang tunggu tidak terasa berjejalan. Bagi yang hendak membuat atau memperpanjang paspor di Kantor Imigarsi Bogor, berikut ini adalah persyaratan dan beberapa tips yang bisa saya berikan berdasarkan pengalaman saya pribadi.

Persyaratan

Persyaratan untuk membuat paspor adalah sebagai berikut (disadur dari brosur Informasi tentang Penerbitan Paspor RI):
1. Bukti Domisili (KTP + KK)
2. Bukti Identitas (Akte Kelahiran/Ijazah/Akte Nikah)
3. Surat Ganti Nama (bagi yang pernah mengganti nama sesuai ketentuan yang berlaku)
4. Surat rekomendasi dari kantor bagi pegawai (khusus TKI melampirkan surat rekomendasi dari Kementerian/Dinas Tenaga Kerja)
5. Paspor lama (bagi yang sebelumnya pernah memiliki paspor)

Persyaratan untuk anak di bawah umur (di bawah 17 tahun) ditambah dengan dokumen-dokumen berikut:
1. KTP kedua orangtua
2. Surat nikah orangtua
3. Fotokopi paspor orangtua yang masih berlaku
4. Surat keterangan dari sekolah (bagi yang sudah bersekolah mulai dari TK-SMA)

Seluruh berkas di atas dibawa aslinya dan di fotocopy dengan kertas ukuran A4. Hasil fotocopy jangan dipotong. Biarkan saja tetap berbentuk kertas A4. Jangan lupa untuk mengisi formulir permohonan yang dapat dilakukan secara fisik (kertas) atau pun online. Untuk pendaftaran online bisa dilakukan via situs Dirjen Imigarsi.

Setelah mengajukan permohonan di loket permohonan, petugas akan memberi tanda bukti untuk ambil foto, sidik jari dan wawancara sesuai dengan tanggal yang diberikan sekaligus membayar biaya pembuatannya. Biaya untuk tahun 2012 adalah Rp. 255.000. Pengalaman saya sendiri diminta untuk datang kembali setelah 3 hari kerja. Bagi pemohon online, tanggal untuk foto, sidik jari dan wawancara dapat ditentukan sendiri sesuai dengan waktu yang tersedia.

Setelah proses foto, sidik jari dan wawancara, petugas akan memberi kembali tanda bukti untuk pengambilan paspor. Paspor akan selesai dalam 4 hari kerja.

Tips

Berikut adalah beberapa tips untuk membuat paspor di Kantor Imigrasi Bogor.

1. Formulir permohonan
Formulir kertas bisa diambil di bagian informasi. Lokasinya berada di sebelah kanan setelah masuk dari pintu imigrasi. Formulirnya sendiri gratis, tetapi kita diwajibkan untuk membeli map dan sampul paspor seharga Rp. 15.000 (anggap saja dapat bonus sampul) di koperasi pegawai Imigrasi. Lokasi koperasi ini (lebih tepatnya tukang fotocopy) berada di sisi kiri di luar gedung kantor imigrasi. Sebaiknya formulir diambil terlebih dulu karena mengisinya cukup memakan waktu.

Jika tidak ingin repot datang ke kantor imigrasi, formulir permohonan juga bisa diisi via online di situs Dirjen Imigrasi. Untuk panduannya pengisiannya, dapat klik di sini.

2. Nomor Antrian
Jumlah pemohon di Kantor Imigrasi Bogor dibatasi hanya 150 orang/hari. Oleh karena itu, kita harus datang pagi-pagi agar bisa mendapat nomor antriannya. Saya sarankan datang pukul 7 pagi agar bisa mendapat nomor di bawah 30. Nomor antrian sendiri baru dibuka pukul 7.30. Ketika mengambil nomor antrian untuk foto juga sebaiknya pagi-pagi. Terutama jika hari untuk mengambil fotonya bersamaan dengan hari kerja terakhir di bulan Desember karena loket pembayaran hanya buka sampai jam 10.00.

3. Berkas-berkas
Pastikan untuk membawa semua berkas aslinya. Untuk fotocopy-nya, gunakan kertas A4 dan jangan dipotong. Bagi WNI keturunan, ada baiknya bawa juga dokumen orangtua mengenai keterangan kewarganegaraan. Bagi ibu rumah tangga, akan lebih baik jika membawa surat keterangan bekerja suami.

4. Surat rekomendasi
Bagi pegawai swasta, surat rekomendasi berisi keterangan mengenai nama dan jabatan yang bersangkutan dengan perihal berjudul rekomendasi untuk permohonan paspor.

5. Surat keterangan dari sekolah
Bagi anak di bawah umur dan sudah bersekolah, minta ke pihak sekolah untuk dibuatkan surat keterangan masih bersekolah. Surat ini tidak diperlukan bagi yang

Semoga penjelasan dan tips di atas berguna. Selamat membuat paspor ^^

Uncategorized

Tips Mengikuti Tes Penerjemah Komik Jepang

Saya mau coba bagikan pengalaman saya ketika mengikuti tes untuk menjadi penerjemah komik Jepang.

Tes untuk menjadi penerjemah komik adalah menerjemahkan komik. Ya, ketika itu saya diberikan 20 lembar (1 lembar 2 halaman komik) naskah komik Jepang yang harus diterjemahkan. Dua puluh lembar tersebut terdiri dari 10 lembar komik shonen dan 10 lembar komik shojo. Tata cara tesnya:

1. Waktunya 4 jam
2. Diperbolehkan untuk menggunakan kamus
3. Menuliskan dalam Bahasa Indonesia dialog-dialog pada komik yang balon dialognya sudah diberi nomor

Karena yang diterjemahkan adalah komik, Bahasa Indonesia yang digunakan tidak boleh kaku, tetapi bukan berarti kaedah-kaedah dalam berbahasa Indonesia jadi dilupakan. Lalu, jangan mentang-mentang ‘hanya’ menerjemahkan komik, kita menganggap remeh kegiatan tersebut. Justru karena menerjemahkan komik, kita harus punya pengetahuan umum yang luas. Kenapa? Karena kita tidak tahu komik genre apa dan cerita apa yang ditawarkan. Pengalaman saya sendiri, ketika tes saya diberi komik tentang mobil. Penggalan naskah yang saya dapat sedang menceritakan bagian-bagian dari mesin mobil. Beberapa orang peserta tes wanita yang ikut tes bersama saya mengeluh karena dia sama sekali tidak mengerti dan di kamusnya tidak ada terjemahan untuk nama-nama suku cadang mobil.

Saya coba berikan beberapa tips bagi yang ingin mengikuti tes penerjemah komik:
1. Usahakan punya pengetahuan umum yang cukup luas. Genre cerita komik sangat bervariatif, tidak melulu fighting seperti Naruto atau One Piece.
2. Pakai kamus elektronik. Jika tidak punya, lebih baik bawa laptop sekalian. Kadang-kadang ada huruf yang kita tidak tahu cara bacanya, sebaiknya punya kamus yang bisa mencari tahu cara bacanya. Kamus elektronik yang bisa membaca stroke sangat membantu, tapi kalau tidak punya, bisa pakai fitur IME di komputer yang sudah terinstall Japanese Laguage Pack
3. Baca komik-komik terjemahan. Beberapa kata yang tidak baku seperti nggak atau kata kerja yang berakhiran -in diperbolehkan untuk dipakai. Usahakan untuk memperhatikan penggunaan kata-kata yang ada di komik-komik terjemahan.

Semoga tips diatas bisa membantu. Bagi yang ingin coba ikutan tes, bisa coba lihat disini. Saya tidak tahu apakah lowongannya masih terbuka atau tidak, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba, bukan?

Selamat mencoba! Gambatte kudasai!