tips

Mempromosikan Diri Sebagai Penerjemah Lepas: Secara Pasif

Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya mengenai mempromosikan diri secara aktif. Sesuai dengan namanya, cara promosi ini dilakukan dengan memasang profil secara daring agar dapat dibaca oleh calon klien atau user. Contoh yang paling sederhana adalah dengan memasang profil di situs LinkedIn.

Namun, kekurangan dari LinkedIn adalah memuat profil orang-orang di berbagai bidang. Agar lebih efektif, penerjemah perlu memasang profilnya di situs yang khusus berhubungan dengan dunia penerjemahan. Ada dua situs yang sangat terkenal, yaitu ProZ.com dan TranslatorsCafe.com. Kedua situs tersebut adalah sejenis market place penerjemahan. Selain dapat memajang profil, di sana juga dapat mencari pekerjaan yang ditawarkan oleh agensi penerjemahan.

Biaya untuk memasang profil di kedua situs tersebut pada dasarnya gratis. Namun, mereka juga menawarkan keanggotaan berbayar. Kelebihan dari keanggotaan berbayar adalah memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang tidak ditawarkan secara umum dari agensi penerjemahan.

Selain di jejaring sosial dan market place, profil juga dapat dimuat di dalam direktori penerjemah. Di Indonesia terdapat Direktori Penerjemah Indonesia yang dikelola oleh Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI). Syarat agar profil dapat dimuat di sana adalah dengan menjadi anggota HPI.

Contoh direktori lain adalah Translator Directory of Japan yang dikelola oleh admin sukarelawan situs tersebut. Syarat untuk dimuat dalam situs ini adalah dengan mengajukan permohonan kepada pengelola situs.

Tips saya untuk promosi secara pasif adalah usahakan agar mencantumkan kata-kata kunci secara umum dan khusus secara bersamaan. Misalnya, ketika mencantumkan memiliki kemampuan bahasa Jepang, cantumkan juga bahwa memiliki kemampuan bahasa Jepang bisnis, bahasa Jepang bidang manufaktur, bahasa Jepang bidang hiburan, dan sebagainya. Demikian juga ketika menyebutkan bidang keahlian. Cantumkan dengan memecahnya menjadi bidang spesifik yang lebih detail lagi.

Tujuannya adalah jika ada yang mencari melalui Google dengan kata kunci yang spesifik, kemungkinan untuk berada di halaman terdepan dan posisi teratas menjadi semakin besar.

Mudah-mudahan pengalaman dan tips yang dibagikan ini dapat berguna. Selamat mencoba!

tips

Mempromosikan Diri Sebagai Penerjemah Lepas: Secara Aktif

Sejak saya mulai membuat blog ini, cukup banyak email, komentar, atau pesan melalui WA yang menanyakan cara untuk mempromosikan diri sebagai penerjemah lepas. Untuk itu, saya akan mencoba berbagi pengalaman saya dalam mempromosikan diri. Tulisan ini terdiri dari dua bagian, yaitu mempromosikan diri secara aktif dan mempromosikan diri secara pasif.

Tulisan yang pertama ini akan membahas mengenai mempromosikan diri secara aktif. Yang saya maksud dengan secara aktif adalah mengirimkan lamaran ke berbagai agensi penerjemahan. Modal yang diperlukan adalah CV, track record, dan contoh hasil terjemahan.

Tips saya dalam pembuatan CV adalah tidak perlu membuat CV yang panjang. Cukup 1 halaman saja yang berisi informasi dasar seperti nama, kontak, pendidikan terakhir, dan hal-hal yang berhubungan dengan kemampuan bahasa seperti kursus yang pernah diikuti atau sertifikat kebahasaan.

Dibandingkan dengan CV, track record atau daftar pengalaman penerjemahan-lah yang paling penting bagi agensi penerjemahan. Bagi pemula yang tidak memiliki pengalaman menerjemahkan secara profesional, sebaiknya cantumkan dengan jelas bahwa belum memiliki pengalaman. Sebagai gantinya, cantumkan bidang-bidang yang dikuasai agar dapat menjadi pertimbangan.

Isi yang perlu dicantumkan dalam track record adalah pasangan bahasa dan jenis dokumen yang pernah diterjemahkan. Usahakan untuk menuliskan dengan jelas jenis dokumennya. Contohnya, alih-alih menulis dokumen legal, lebih baik menulis surat perjanjian atau AD/ART. Ini akan memudahkan agensi penerjemahan untuk mengukur pengalaman penerjemah.

Sedangkan bagi juru bahasa (interpreter), isi yang perlu dicantumkan dalam track record adalah pasangan bahasa, jenis penjurubahasaan, dan kontennya. Contohnya, dibandingkan menulis juru bahasa konsekutif untuk meeting, akan lebih mudah dipahami jika menulisnya juru bahasa konsekutif untuk meeting mengenai pendirian perusahaan.

Yang terakhir adalah contoh hasil terjemahan. Contoh yang diberikan jangan berupa hasil terjemahan yang pernah dikerjakan karena dikhawatirkan dapat melanggar kerahasiaan. Silakan cari bahan yang akan diterjemahkan sesuai dengan bidang yang dikuasai di internet. Bagi juru bahasa, bisa saja dengan melampirkan rekaman terjemahan dengan sumber yang juga berasal dari internet.

Kalau ketiganya sudah siap, yang menjadi pertanyaannya adalah: Ke mana lamarannya dikirim? Cara yang paling mudah adalah dengan mencari agensi penerjemahan di internet. Kata kuncinya bisa dimulai dari yang sederhana seperti: agensi penerjemahan, bahasa Jepang (atau bahasa lain sesuai dengan bahasa asing yang dikuasai). Bisa juga menggunakan kata kunci dengan bahasa asing seperti bahasa Inggris atau bahasa Jepang. Namun, jangan lupa untuk mengganti kata kuncinya dengan “Indonesian” atau “インドネシア語” karena yang menjadi bahasa sasaran adalah bahasa Indonesia.

Tips terakhir adalah usahakan untuk menuliskan rangkuman CV secara singkat di dalam badan email. Sedangkan pada judul email, tuliskan mengenai maksud lamaran sebagai penerjemah pasangan bahasa yang dikuasai.

Selamat mencoba melamar!