Profil

Saya memiliki pengalaman tinggal di Jepang selama 9 tahun. Lima tahun diantaranya adalah ketika saya masih kecil karena mengikuti orang tua saya yang studi di Jepang. Masa TK saya dihabiskan di TK Jepang dan sampai dengan kelas 3 SD saya belajar di Sekolah Republik Indonesia di Tokyo (SRIT). Empat tahun sisanya adalah ketika saya menempuh pendidikan S1 di Tokyo University of Agriculture dengan memperoleh beasiswa penuh sebagai mahasiswa pindahan dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Pengalaman pertama saya dengan dunia penerjemahan dimulai ketika ada salah seorang dosen di kampus saya yang membutuhkan terjemahan dari bahasa Indonesia untuk bahan penelitiannya. Setelah itu, saya pun memulai bekerja secara paruh waktu sebagai penerjemah lepas.

Setelah lulus S1 pada tahun 2005, saya memutuskan kembali ke Indonesia. Pekerjaan pertama yang saya ambil adalah sebagai penerjemah kontrak sebuah pabrik di daerah Cibitung. Setelah itu saya bekerja di sebuah tambak udang yang dikelola oleh perusahaan Jepang di Maluku karena merasa pekerjaan di sana lebih sesuai dengan disiplin ilmu yang saya pelajari ketika kuliah. Pengalaman di Maluku menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Kemampuan bahasa Jepang saya membuat saya tidak hanya menjadi staf biasa saja, tetapi juga menjadi penerjemah bagi pimpinan perusahaan. Hal tersebut membantu saya dalam memahami seluk-beluk bisnis, hubungan dengan karyawan, masyarakat, dan pemerintah. Kelak, hal tersebut menjadi bekal yang berharga ketika saya mulai menjadi penerjemah lepas.

Seringnya diberi tugas-tugas yang berhubungan dengan penerjemahan membuat saya membulatkan tekad untuk menjadi penerjemah. Sekalipun telah tinggal di Jepang selama 9 tahun, ketika itu saya merasa tidak cukup mengemal dengan baik tentang Jepang. Selama melakukan penerjemahan di perusahaan yang lama, saya memiliki kendala dalam memahami unsur-unsur budaya yang terkandung di dalam bahasa Jepang. Hal itu lah yang membuat saya untuk memutuskan melanjutkan kuliah S2 di Universitas Indonesia jurusan Kajian Wilayah Jepang pada tahun 2010.

Selama kuliah S2, saya berhasil memperoleh beasiswa kuliah dari The Japan Foundation. Saya juga berkesempatan untuk memperoleh beasiswa riset dari pemerintah Jepang melalui program Japan-East Asia Network of Exchange for Student and Youth (JENESYS) untuk penelitian saya mengenai tenaga kerja asing lulusan universitas di Jepamg yang bekerja di Jepang.

Saya memulai karir sebagai penerjemah lepas bersamaan dengan studi S2. Langkah awalnya dimulai dengan menjadi penerjemah lepas komik Jepang di sebuah penerbit besar Indonesia. Saya juga kemudian masuk ke Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) atas saran almarhum Prof. Benny Hoed yang ketika itu memberikan mata kuliah penerjemahan. 

Kini saya telah menjadi penerjemah lepas yang terdaftar di beberapa agensi dan biro penerjemahan, baik di Indonesia maupun luar negeri seperti Jepang, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Singapura. Pengguna jasa saya mulai dari institusi pemerintah Jepang, institusi pemerintah Indonesia, perusahaan Jepang, perusahaan Indonesia hingga individu. Spesialisasi saya adalah bisnis, marketing, sales, dan hubungan industri.

Di waktu senggang, saya biasa membaca buku, memasak, berkebun, dan jalan-jalan.

Iklan
%d blogger menyukai ini: