Arsip Tag: profesional

Internet Cepat Untuk Bekerja

Tahun lalu ketika Pak Tifatul Sembiring masih menjabat sebagai Menkominfo, beliau pernah melempar tweet yang mempertanyakan untuk apa internet cepat. Berita tersebut sempat ramai dibicarakan dan saya pun tertarik membaca artikelnya karena judulnya yang menantang.

Alasan orang menginginkan internet cepat memang bermacam-macam. Saya sendiri akan menjawab internet cepat saya butuhkan untuk bekerja. Pekerjaan sebagai penerjemah lepas memang sangat erat dengan internet. Mulai dari menerima dan menjawab pesanan melalui surel hingga untuk riset materi terjemahan.

File yang dikirim untuk menerjemahkan dokumen biasanya tidak berat. Paling besar saya pernah dapat 25MB. File sebesar ini masih mampu diunduh dengan kecepatan internet standar (kurang dari 1 Mbps) dengan waktu yang tidak lama (menurut saya). Namun jika sudah menerjemahkan materi video, saya sungguh membutuhkan kecepatan internet yang sangat cepat. File yang dikirim selalu besar dan jika kecepatan internetnya lama, hasilnya lebih sering error unduhannya. Sementara sedang mengunduh, klien sudah menanyakan apakah file-nya telah diterima dan diperiksa.

Saya baru mulai menikmati internet cepat di rumah (10 Mbps) sejak November 2014. Penantian yang cukup lama hingga akhirnya ada provider internet cepat merambah ke daerah perumahan saya. Semenjak ada internet cepat, pekerjaan yang berhubungan dengan video dapat saya layani dengan cepat karena saya dapat segera memeriksa materinya. Selain itu juga untuk riset pun lebih mudah karena menonton streaming pun sudah tidak lagi terputus-putus.

Hal lain yang saya rasakan adalah semakin mudahnya melakukan briefing. Sebelum memiliki internet yang cepat, saya selalu harus pergi menemui klien untuk melakukan briefing. Namun kini, selama klien bersedia, saya dapat melakukan briefing di depan layar komputer saya di rumah tanpa harus pergi. Tentunya ini sangat menghemat dari segi waktu maupun biaya (apalagi kemacetan Jakarta sangat membuat stres).

Itu adalah kegunaan internet cepat bagi saya. Setidaknya untuk saat ini saya telah dapat menikmati internet cepat di rumah. Menurut saya, tantangan berikutnya adalah internet cepat di perangkat mobile. Untuk hal ini, saya masih belum dapat menikmatinya. Sekalipun ada operator yang mengatakan memiliki teknologi 4G, pada kenyataannya layanan tersebut masih terbatas di kota-kota (dan tempat-tempat) tertentu saja.

Semoga internet di Indonesia dapat semakin cepat sehingga dapat membantu pembangunan dan produktifitas kerja di Indonesia. ^^

Iklan

Bekerja Secara Profesional

“Saya sudah bekerja siang-malam. Bahkan sampai bergadang! Saya ini belum tidur. Masa tidak ada pengertiannya sama sekali, sih!”

Demikianlah keluhan yang pernah saya dengar dari sebuah vendor pada suatu rapat yang saya ikuti sebagai interpreter. Permasalahannya saat itu adalah vendor tersebut tidak dapat menepati batas waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya. Vendor tersebut sebenarnya sudah diberi tambahan waktu, akan tetapi tetap tidak dapat memenuhi janjinya. Alasannya adalah karena sibuk dengan pekerjaan lain juga. Akibatnya adalah pekerjaan yang sudah diterima tidak dapat diselesaikan karena harus mengerjakan beberapa pekerjaan secara bersamaan. 

Saya juga pernah mengalami menerima begitu banyak terjemahan dalam waktu yang bersamaan. Ingin rasanya menolak, tetapi rasanya sayang juga untuk menolak rejeki. Pada akhirnya saya menerima semua pekerjaan terjemahan tersebut. Namun tentu ada konsekuensinya: waktu untuk keluarga yang tersita, tidak ada istirahat dan kelelahan yang berkepanjangan setelah menyelesaikan semua pekerjaan tersebut.

Alasan saya memaksakan diri untuk memenuhi batas waktu adalah satu: demi profesionalisme. Orang mau membayar atas jasa terjemahan yang saya berikan. Jika mereka puas, mereka pun akan memberi saya lebih banyak pekerjaan lagi. Namun jika mereka kecewa, tentunya mereka tidak akan pernah memakai jasa saya lagi. Selain kualitas terjemahan, hal lain yang harus dipenuhi oleh penerjemah adalah menepati batas waktu yang telah ditentukan.

Ketika saya pertama kali membaca lowongan di penerbit komik pun, mereka mencantumkan salah satu persyaratannya adalah orang yang mampu memenuhi tenggat waktu. Ini menandakan bahwa pekerjaan penerjemah memang berpacu dengan waktu.

Berdasarkan pengalaman saya yang pernah sampai kepayahan, saya mulai mencoba mengatur pekerjaan-pekerjaan saya. Ketika ada pekerjaan interpreter, saya usahakan pada hari itu saya tidak menerjemahkan (translate) agar tidak terlalu lelah. Untuk pekerjaan translator, saya usahakan untuk memberi waktu yang cukup untuk menerjemahkan dan juga cadangan hari untuk berjaga-jaga apabila ada pekerjaan mendadak.

Saya selalu berusaha untuk menanyakan kapan kebutuhan tenggat waktu klien. Apabila mereka tidak perlu cepat-cepat, maka saya pun akan memberikan tenggat waktu yang sedikit lebih lama dari yang diperlukan.

Dengan mengatur waktu seperti itu, saya pun punya waktu yang cukup untuk istirahat di sela-sela menejemahkan. Bahkan apabila tiba-tiba datang permintaan mendadak pun, saya masih bisa melayaninya.

Intinya adalah penting bagi seorang penerjemah untuk bisa mengatur waktu kerjanya dan jangan memaksakan diri untuk menerima semuanya jika tidak mampu. Katakan tidak! (seperti iklan anti korupsi saja) jika memang tidak mampu. Negosiasikanlah dengan klien mengenai tenggat waktunya. Jika tetap tidak bisa, maka lebih baik lepaskan saja pekerjaan tersebut. Toh, pada akhirnya, rejeki tidak akan lari. Amiin