Penerjemah

Penerjemah Bahasa Jepang Tersumpah

Penerjemah tersumpah adalah seorang penerjemah yang lulus dalam Ujian Kemampuan Penerjemah (UKP) untuk teks hukum dan memiliki surat keputusa (SK) serta diambil sumpahnya oleh Gubernur. Oleh karenanya, penerjemah tersumpah biasanya diperlukan ketika perlu untuk menerjemahkan dokumen-dokumen legal seperti surat perjanjian, akta kelahiran, akta nikah dan dokumen-dokumen berkekuatan hukum lainnya.

Perlu diketahui bahwa seorang penerjemah tersumpah adalah penerjemah untuk dokumen tertulis dan bukan untuk penerjemahan lisan. Sangat disayangkan bahwa UKP untuk menjadi seorang penerjemah tersumpah sudah tidak dilaksanakan lagi sejak sekitar tahun 2012. Oleh karena itu, tidak ada lagi penerjemah tersumpah yang baru pada saat ini.

Jika anda memerlukan penerjemah tersumpah bahasa Jepang, maka anda dapat mencarinya melalui Direktori Penerjemah Himpunan Penerjemah Indonesia. Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Masuk ke dalam situs Direktori Penerjemah HPI

Capture

2. Kemudian pilih “Translator” pada bagian “Profession”

Capture1

3. Pada bagian “Languange pair”, pilih bahasa yang akan diterjemahkan pada bagian “Source”. Contohnya, jika ingin menerjemahkan bahasa Jepang ke bahasa Indonesia, maka pilih “Japanese” pada bagian “Source” dan pilih “Indonesian” pada bagian “Target”.

Capture1

4. Pilih “Sworn translator”

Capture2

5. Kemudian klik “Browse” yang berada di paling bawah laman.

Capture3

6. Hasil akan muncul penerjemah tersumpah Bahasa Jepang.

hasil

Hasil pencarian tersebut terbatas pada penerjemah yang terdaftar sebagai anggota HPI. Untuk saat ini memang hanya ada 1 orang penerjemah tersumpah bahasa Jepang saja. Mudah-mudahan ke depannya ujian untuk menjadi penerjemah tersumpah dapat diadakan lagi agar semakin banyak penerjemah bahasa Jepang yang dapat menjadi penerjemah tersumpah.

Penerjemah

Penerjemah Bahasa Jepang Untuk Negosiasi Bisnis

Saat ini Jepang sedang gencar-gencarnya untuk mempromosikan teknologi yang dimilikinya ke luar negeri. Walaupun Jepang gagal bersaing dengan Tiongkok dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, hal tersebut tidak membuat perusahaan-perusahaan Jepang untuk berhenti mempromosikan keunggulan teknologinya.

Pemerintah Jepang, khususnya pemerintah daerah di tingkat prefektur (setingkat dengan provinsi di Indonesia) sangat gencar untuk membantu perusahaan-perusahaan yang ada di wilayahnya untuk melakukan promosi di luar negeri.

IMG_0052

Metode promosi yang dilakukan adalah dengan mengadakan acara yang biasanya disebut dengan business matching. Dalam acara tersebut, pemerintah prefektur di Jepang akan membawa beberapa perusahaan unggulan di daerahnya untuk dipertemukan dengan perusahaan-perusahaan di Indonesia. Tujuan perusahaan Jepang yang ikut serta di dalamnya bermacam-macam, ada yang hanya ingin menjual produknya saja, ada juga yang ingin mencari mitra bisnis untuk membuat perusahaan patungan di Indonesia dan ada juga yang justru mencari perusahaan Indonesia sebagai pemasok mereka.

Business matching ini tentunya tidak akan berjalan lancar jika komunikasi antara perusahaan Jepang dan Indonesia tidak berjalan dengan lancar. Seorang penerjemah yang paham akan bisnis di Jepang dan Indonesia dapat menjembatani komunikasi tersebut agar kebutuhan dari kedua belah pihak dapat diketahui oleh masing-masing.

Bagi yang membutuhkan penerjemeh bahasa Jepang untuk negosiasi bisnis, silakan untuk menghubungi saya melalui email di: me@hanifcahyono.com

Penerjemah

Penerjemah Bahasa Jepang Untuk Masalah Ketenagakerjaan

Jepang merupakan salah satu negara sahabat yang penting bagi Indonesia. Sekalipun Jepang pernah menjajah Indonesia, tidak sedikit “balas budi” yang diberikan oleh Jepang kepada Indonesia seperti pemberian beasiswa, bantuan hibah hingga investasi.

Berdasarkan data dari JETRO, jumlah perusahaan Jepang di Indonesia per Maret 2014 adalah sebanyak 1496 perusahaan. Masih berdasarkan JETRO, masalah utama yang dihadapi oleh perusahaan Jepang di Indonesia saat ini adalah semakin tingginya upah tenaga kerja.

Permasalahan seputar ketenagakerjaan memang sering didengar akhir-akhir ini, terutama mengenai tuntutan kenaikan upah, pemutusan hubungan kerja (PHK) dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Komunikasi yang baik antara pihak manajemen dan pekerja harus terjadi agar tidak terjadi kesalahpahaman di kedua belah pihak. Seorang penerjemah bahasa Jepang yang memahami masalah ketenagakerjaan dapat menjembatani komunikasi antara manajemen Jepang dengan pekerja Indonesia.

Bagi yang membutuhkan penerjemah bahasa Jepang untuk bidang ketenagakerjaan, dapat menghubungi saya melalui email di me@hanifcahyono.com

Interpreter

Tarif Juru Bahasa (Interpreter) Bahasa Jepang

Juru bahasa atau interpreter pada dasarnya terbagi menjadi 2 kategori, yaitu juru bahasa yang bekerja di perusahaan sebagai karyawan dan juru bahasa yang bekerja secara lepas atau freelance. Juru bahasa yang bekerja sebagai karyawan akan memperoleh gaji secara tetap disertai dengan tunjangan yang berlaku. Besarnya gaji juru bahasa perusahaan biasanya mengikuti kebijakan perusahaan tempatnya bekerja. Jika melihat lowongan kerja yang ditawarkan, umumnya gaji yang ditawarkan untuk juru bahasa Jepang adalah berkisar dari 4-20 juta rupiah/bulan.

Apa yang membedakan gajinya? Pada dasarnya perusahaan akan menggaji karyawannya berdasarkan latar belakang pendidikan, pengalaman dan kemampuan yang dimilikinya. Semakin tinggi pendidikan, pengalaman dan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang, maka perusahaan akan mau membayar lebih tinggi dibandingkan dengan yang sebaliknya.

Banyak yang mengatakan bahwa seorang juru bahasa tidak memerlukan pendidikan yang tinggi asalkan memiliki kemampuan menerjemahkan yang baik. Namun bagaimana pun juga, perusahaan tetap akan mempertimbangkan faktor pendidikan ketika merekrut karyawan.

Jika ingin dinilai secara murni dari pengalaman dan kemampuan, maka kesempatan tersebut dapat diperoleh dengan menjadi seorang juru bahasa lepas. Tarif untuk juru bahasa lepas bervariasi tergantung dari kemampuan, pengalaman dan spesialisasinya. Umumnya tarif juru bahasa Jepang lepas adalah berkisar dari 1-5 juta rupiah/hari. Walaupun demikian, tarifnya dapat lebih tinggi jika berhubungan dengan bidang diplomasi, hukum dan kedokteran. Selain itu, juru bahasa simultan (menerjemahkan bersamaan dengan penuturnya) juga memiliki tarif yang lebih tinggi dibandingkan dengan juru bahasa konsekutif (menerjemahkan setelah penuturnya selesai berbicara).

Uncategorized

Ber-Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

“Sebaiknya sudah punya JLPT (Japanese Languange Proficiency Test) level berapa untuk bisa menjadi penerjemah?”

Saya sering mendapat pertanyaan seperti itu dari orang-orang yang ingin menjadi penerjemah bahasa Jepang. Biasanya saya menjawab lebih baik minimal N2 agar kosa katanya sudah cukup banyak. Selain kemampuan bahasa Jepang, usahakan juga untuk belajar lagi Bahasa Indonesia.

Banyak calon penerjemah yang tidak sadar bahwa seorang penerjemah tidak cukup hanya menguasai bahasa asing saja, tetapi juga harus menguasai Bahasa Indonesia. Mengapa demikian? Ketika sedang menerjemahkan seorang penutur asing atau teks dengan bahasa asing, seorang penerjemah tidak cukup hanya memahami pesan dalam bahasa asing tetapi juga harus dapat menyampaikan kembali pesan tersebut dalam Bahasa Indonesia. Penguasaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar diperlukan agar pendengar atau pembaca dapat menangkap dengan benar pesan yang hendak disampaikan.

Mungkin ada yang masih ingat pemberitaan mengenai nilai UN mata pelajaran Bahasa Indonesia yang rendah? Saya pun harus mengakui bahwa NEM (Nilai Ebtanas Murni) saya untuk mata pelajaran Bahasa Indoensia lebih rendah daripada nilai Bahasa Inggris.

Pada saat awal-awal menjadi penerjemah, saya tidak terlalu memikirkan mengenai penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Salah satunya disebabkan karena awalnya saya lebih sering menjadi seorang juru bahasa (interpreter). Tugas utamanya adalah lebih pada menyampaikan pesan dari bahasa Jepang ke dalam Bahasa Indonesia.

Namun setelah mulai banyak menerima pekerjaan penerjemahan (translation), apalagi setelah menjadi penerjemah komik yang hasilnya akan dibaca oleh banyak orang, saya mulai belajar kembali mengenai Bahasa Indonesia. Saya juga mulai sering membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) untuk memastikan ejaan suatu kata.

DSC_1249

Rasanya memang aneh ketika mulai belajar Bahasa Indonesia lagi. Namun akan lebih aneh hasil terjemahannya jika tidak belajar Bahasa Indonesia lagi. Mari kita ber-Bahasa Indonesia yang baik dan benar!

Uncategorized

Mencari Penerjemah Di Indonesia

Sebagai seorang penerjemah, kadang-kadang saya suka dimintai orang untuk dikenalkan dengan penerjemah lain baik. Kalau penerjemah Jepang saya masih bisa kenalkan beberapa orang karena saya memang kenal dengan mereka, tapi tidak begitu dengan penerjemah bahasa lain.

Saya merasa beruntung sebagai anggota Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) karena mereka memiliki Direktori Penerjemah HPI. Di sana pengunjung situs dapat pencari penerjemah berbagai bahasa yang merupakan anggota HPI.

image

Di sana juga terdapat profil dan spesialisasi para penerjemah yang bersangkutan sehingga pengunjung dapat menemukan penerjemah sesuai dengan yang dicarinya.

Bagi yang ingin mencari penerjemah, silakan untuk mengunjungi direktori tersebut. Semoga anda dapat menemukan penerjemah yang sesuai dengan yang anda cari.

Selamat berburu penerjemah!

Penerjemah

Pekerjaan Saya Di KTP: Penterjemah

Beberapa waktu yang lalu Pak RT mendatangi rumah saya. Beliau membawa draft Kartu Keluarga (KK) yang baru dan meminta saya untuk mengkoreksinya. Nama, tempat tanggal lahir, nama orang tua hingga akhirnya pekerjaan.

Selama ini saya selalu menulis pekerjaan sebagai karyawan swasta. Namun ternyata status pekerjaan tersebut pernah sedikit merepotkan saya ketika memperpanjang paspor karena ternyata kalau karyawan swasta harus melampirkan surat keterangan kerja dari perusahaannya.

Berbekal pengalaman tersebut, saya tidak mau mengulangi lagi hal merepotkan seperti itu. Lalu, apa jenis pekerjaan yang harus saya cantumkan? Apakah profesi penerjemah ada dalam pilihan administrasi negara?

Sempat terpikir oleh saya untuk menulis sebagai wiraswasta, tapi kok sepertinya bukan ya (memang bukan, ‘kan). Lagipula kalau ditulis seperti itu, jangan-jangan berikutnya saya malah dimintai SIUP oleh petugas imigrasi ketika perpanjang paspor lagi.

Daripada bingung, saya pun mencoba untuk googling. Saya pun menemukan blog milik Bapak Ria Saptarika yang mencantumkan klasifikasi profesi dan pekerjaan di Indonesia yang sesuai dengan administrasi kependudukan (terima kasih kepada Bapak Ria Saptarika).

Dari daftar tersebut, saya menemukan ternyata profesi penterjemah ada di dalamnya! Ya, tulisannya penterjemah. Wah, pas sekali. Ternyata pilihan profesi berdasarkan Formulir F-1.01 ada sampai 80 jenis. Mulai dari pilihan standar seperti pelajar, karyawan swasta, TNI, POLRI, terdapat juga beberapa jenis tukang seperti tukang kayu, tukang batu, tukang sol dan sebagainya. Untuk klasifikasi profesional ada dokter, pengacara, akuntan, konsultan dan lain-lain.

Dengan ini saya jadi tidak perlu bingung lagi menyebutkan apa pekerjaan saya. Seperti dialog dalam fim Spiderman: “Who am I? I’m an interpreter and translator

Penerjemah

Mendaftar BPJS

Sebagai pekerja lepas, saya tidak memiliki perlindungan asuransi kesehatan seperti ketika saya masih bekerja sebagai karyawan tetap. Secara pribadi, saya sangat bersyukur dengan adanya program BPJS. Walaupun program ini wajib bagi seluruh WNI, saya pun baru mendaftar setelah melihat sendiri manfaat dari BPJS ini yang dialami oleh keluarga saya.

Mendaftar BPJS sendiri sangat mudah. Caranya bisa dilakukan via online maupun datang langsung ke kantor BPJS. Di sini saya akan tuliskan pengalaman saya ketika mendaftar langsung ke kantor BPJS.

Persyaratan untuk mendaftar BPJS adalah membawa:

1. Fotokopi KTP

2. Fotokopi Kartu Keluarga

3. Paspoto ukuran 3×4

Jangan lupa juga untuk membawa aslinya ketika mendaftar. Kemudian di BPJS tempat saya mendaftar, mereka juga mensyaratkan untuk membawa buku tabungan BNI, BRI atau Mandiri. Ketika saya tanyakan alasan buku tabungan ini, petugasnya hanya menjawab, “Sudah aturan dari sananya, mas”. Menurut saya pribadi, fungsinya adalah agar BPJS yakin bahwa pesertanya dapat membayar melalui bank-bank tersebut. Ya, karena pembayaran BPJS dilakukan melalui salah satu dari ketiga bank tersebut.

Setelah menyiapkan persyaratan di atas. Datanglah ke kantor BPJS mana pun yang terdekat. Mereka tidak mempermasalahkan sekalipun alamat domisili di KTP berbeda dengan aslinya.

Mintalah formulir pendaftaran di kantor BPJS tersebut. Jika yang mendaftarkannya adalah kepala keluarga (suami), maka wajib baginya untuk mendaftarkan juga seluruh anggota keluarganya. Ketika saya mendaftar bulan November 2013, orangtua masih belum bisa diikutsertakan oleh anaknya. Oleh karena itu, jika hendak mendaftarkan orangtua, harus dilakukan di formulir yang terpisah.

Dalam formulir tersebut akan dimintai untuk mengisi data-data pribadi, kelas yang ingin diikuti dan fasilitas kesehatan pertama (faskes I) mana yang akan kita pilih. Premi untuk masing-masing kelasnya adalah:

1. Kelas 1 : Rp. 59.500/bulan

2. Kelas 2: Rp. 42.500/bulan

3. Kelas 3: Rp. 25.500/bulan

Sedangkan untuk faskes I yang dapat dipilih dapat dilihat pada daftar faskes yang ditempel di kantor BPJS. Kita dapat memilih faskes yang terdekat dengan tempat tinggal kita. Faskes tersebut tidak selalu puskesmas, tetapi juga bisa klinik atau dokter pribadi yang sudah bekerja sama dengan BPJS.

Setelah mendaftar, maka petugas BPJS akan memberikan nomor rekening virtual untuk membayar iuran bulan pertama. Pembayarannya dapat dilakukan via teller, ATM dan internet banking. Setelah melakukan pembayaran, datang kembali ke kantor BPJS dengan membawa bukti pembayarannya. Setelah diverifikasi, kartu BPJS pun akan diberikan kepada peserta. Namun kartu tersebut baru dapat digunakan 7 hari setelah pembayaran.

Persyaratan dan proses pendaftarannya sesederhana yang saya tulis di atas. Namun perjuangannya ada pada menunggu antrian. Saya sendiri beruntung tidak perlu mengalami yang namanya menunggu antrian sejak pukul 2 pagi. Ketika saya mendaftar, saya datang pukul 7.30 pagi dan nomor antrian ternyata sudah mulai dibagikan. Saya kebagian nomor 80-an.

Karena sudah yakin akan menunggu, saya pun membawa laptop agar bisa menunggu sambil bekerja. Akhirnya nomor saya pun dipanggil sekitar pukul 1 siang. Di kantor BPJS tempat saya mendaftar, mereka tetap melayani pendaftaran walaupun pada jam istirahat siang.

Setelah menerima nomor rekening virtual, saya pergi ke ATM untuk membayar dan kembali lagi untuk mengambil kartunya. Namun saya tidak bisa mendapatkan kartunya pada hari yang sama karena nomor antrian untuk pengambilan kartu sudah habis.

Saya pun akhirnya datang keesokan harinya. Namun ternyata pada hari tersebut kantor BPJS-nya hanya melayani pendaftaran saja.

Pada kedatangan yang ketiga lah akhirnya saya bisa memperoleh kartunya. Sama seperti ketika mendaftar, saya pun datang sekitar pukul 7.30 pagi dan mendapat nomor 20-an. Saya dipanggil sekitar pukul 9 pagi.

Tips saya bagi yang hendak mendaftar:

1. Bawa persyaratannya dengan lengkap agar tidak perlu bolak-balik

2. Bawa juga alat tulis karena belum tentu kantor BPJS-nya menyediakan

3. Bawa bacaan agar tidak bosan menunggu.

4. Jika sudah dipanggil sejak pagi, segera bayar iurannya agar bisa mendapat kartu di hari yang sama

Semoga pengalaman dan tips saya di atas dapat membantu.

Terlepas dari antriannya yang luar biasa, terima kasih pada BPJS yang sudah menyediakan program kesehatan bagi seluruh WNI.

Penerjemah

Bekerja Secara Profesional

“Saya sudah bekerja siang-malam. Bahkan sampai bergadang! Saya ini belum tidur. Masa tidak ada pengertiannya sama sekali, sih!”

Demikianlah keluhan yang pernah saya dengar dari sebuah vendor pada suatu rapat yang saya ikuti sebagai interpreter. Permasalahannya saat itu adalah vendor tersebut tidak dapat menepati batas waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya. Vendor tersebut sebenarnya sudah diberi tambahan waktu, akan tetapi tetap tidak dapat memenuhi janjinya. Alasannya adalah karena sibuk dengan pekerjaan lain juga. Akibatnya adalah pekerjaan yang sudah diterima tidak dapat diselesaikan karena harus mengerjakan beberapa pekerjaan secara bersamaan. 

Saya juga pernah mengalami menerima begitu banyak terjemahan dalam waktu yang bersamaan. Ingin rasanya menolak, tetapi rasanya sayang juga untuk menolak rejeki. Pada akhirnya saya menerima semua pekerjaan terjemahan tersebut. Namun tentu ada konsekuensinya: waktu untuk keluarga yang tersita, tidak ada istirahat dan kelelahan yang berkepanjangan setelah menyelesaikan semua pekerjaan tersebut.

Alasan saya memaksakan diri untuk memenuhi batas waktu adalah satu: demi profesionalisme. Orang mau membayar atas jasa terjemahan yang saya berikan. Jika mereka puas, mereka pun akan memberi saya lebih banyak pekerjaan lagi. Namun jika mereka kecewa, tentunya mereka tidak akan pernah memakai jasa saya lagi. Selain kualitas terjemahan, hal lain yang harus dipenuhi oleh penerjemah adalah menepati batas waktu yang telah ditentukan.

Ketika saya pertama kali membaca lowongan di penerbit komik pun, mereka mencantumkan salah satu persyaratannya adalah orang yang mampu memenuhi tenggat waktu. Ini menandakan bahwa pekerjaan penerjemah memang berpacu dengan waktu.

Berdasarkan pengalaman saya yang pernah sampai kepayahan, saya mulai mencoba mengatur pekerjaan-pekerjaan saya. Ketika ada pekerjaan interpreter, saya usahakan pada hari itu saya tidak menerjemahkan (translate) agar tidak terlalu lelah. Untuk pekerjaan translator, saya usahakan untuk memberi waktu yang cukup untuk menerjemahkan dan juga cadangan hari untuk berjaga-jaga apabila ada pekerjaan mendadak.

Saya selalu berusaha untuk menanyakan kapan kebutuhan tenggat waktu klien. Apabila mereka tidak perlu cepat-cepat, maka saya pun akan memberikan tenggat waktu yang sedikit lebih lama dari yang diperlukan.

Dengan mengatur waktu seperti itu, saya pun punya waktu yang cukup untuk istirahat di sela-sela menejemahkan. Bahkan apabila tiba-tiba datang permintaan mendadak pun, saya masih bisa melayaninya.

Intinya adalah penting bagi seorang penerjemah untuk bisa mengatur waktu kerjanya dan jangan memaksakan diri untuk menerima semuanya jika tidak mampu. Katakan tidak! (seperti iklan anti korupsi saja) jika memang tidak mampu. Negosiasikanlah dengan klien mengenai tenggat waktunya. Jika tetap tidak bisa, maka lebih baik lepaskan saja pekerjaan tersebut. Toh, pada akhirnya, rejeki tidak akan lari. Amiin

Uncategorized

Honor Penerjemah

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat milis dari HPI (Himpunan Penerjemah Indonesia) mengenai tarif acuan penerjemahan. Jika melihat tabel tarif tersebut, bahasa Jepang termasuk yang tarif penerjemahannya paling mahal yaitu, Rp. 200.000/halaman jadi. Tarif tersebut hanyalah acuan yang ditetapkan oleh pemerintah, sehingga pada dasarnya penerjemah boleh saja mematok harga yang lebih tinggi ataupun lebih rendah berdasarkan pertimbangan masing. masing. Perlu diperhatikan juga bahwa tarif yang berlaku untuk penerjemahan buku akan berbeda. Untuk penerjemahan buku, tarifnya berkisar dari Rp. 7.500 hingga Rp. 20.000 per halaman jadi. Untuk melihat tarif acuan penerjemahan selengkapnya bisa klik disini.

Lalu, bagaimana dengan penerjemahan komik? Tentunya tarif yang berlaku adalah tarif penerjemahan buku. Honor untuk menerjemahkan komik tarifnya bervariasi berdasarkan banyaknya jumlah dialog dan tingkat kesulitan bahasa Jepang yang digunakan dalam komik. Pengalaman saya pribadi, honor yang selama ini pernah saya terima nilainya bahkan lebih tinggi dibandingkan tarif acuan yang ditentukan oleh pemerintah.

Jadi, bagi yang ingin coba menjadi penerjemah komik, jangan khawatir tentang honornya. Semakin banyak jumlah komik yang diterjemahkan, maka semakin besar jumlah honornya. Nilainya bisa hampir setara kerja kantor untuk entry level kelas staf, lho. Untuk lowongan penerjemah komik, bisa lihat blog saya disini.

Selamat mencoba ^^