Uncategorized

Tes Penerjemah Subtitle Film

Saya pernah mendapat tawaran untuk mengikuti tes sebagai penerjemah subtitle film di salah satu penyedia TV berbayar. Saya mengiyakan tawaran tersebut karena saya rasa itu akan menambah pengalaman saya sebagai penerjemah.

Materi tes yang diberikan adalah menerjemahkan cuplikan acara (sekitar 10 menit) dari bahasa asing ke bahasa Indonesia dalam waktu 1 jam. Di sini kemampuan untuk mendengarkan (listening) sangat dibutuhkan karena pada saat tes tidak diberikan skrip dalam bahasa aslinya. Kalimat-kalimat dalam acara tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan sesuai dengan format yang telah ditentukan.

Untuk tesnya sendiri hanya menerjemahkan saja tanpa melakukan timing (menyesuaikan kapan teks terjemahan harus tampil dalam gambar). Waktu yang disediakan adalah 1 jam dan pada hari itu juga hasilnya diumumkan. Apabila dinyatakan lolos, nanti akan diberikan 1 keping DVD berisi sebuah acara utuh untuk latihan menerjemahkan sekaligus timing dengan menggunakan piranti lunak.

Menurut saya sendiri, tingkat kesulitan menerjemahkannya relatif karena tergantung dari konten acara atau filmnya. Hal yang cukup sulit adalah justru menggunakan piranti lunak untuk timing-nya karena bisa memakan waktu lebih banyak dibandingkan dengan menerjemahkan konten itu sendiri. Namun apabila sudah cukup familiar dengan short key-nya, sebenarnya tidak terlalu sulit.

Jika dibandingkan dengan menerjemahkan komik, saya rasa menerjemahkan subtitle adalah seperti menjadi penerjemah dan editornya sekaligus. Ketika menerjemahkan komik, saya hanya cukup fokus dalam proses menerjemahkannya saja. Hal-hal yang berkaitan dengan penempatan ke dalam balon-balon dialog, tidak menjadi tugas saya. Sedangkan dalam menerjemahkan subtitle, selain menerjemahkan, saya juga harus menentukan kapan teks tersebut harus muncul dalam gambarnya.

Tips saya bagi yang ingin mengikuti tes sebagai penerjemah subtitle film:
Tidak perlu terburu-buru hendak menyelesaikan materi tes. Fokus saja dengan yang bisa dikerjakan.
Perhatikan penggunaan EYD.
Ketika hendak memotong kalimat, pastikan agar kalimat berikutnya berbentuk utuh sehingga tidak membingungkan penonton.
Contoh: Dia adalah anak… ( Dia adalah…
  …tetangga yang hilang.      …anak tetangga yang hilang.

Tidak ada hubungannya langsung dengan proses penerjemahan, tetapi pendingin ruangan (AC) di tempat saya tes sangat dingin. Ada baiknya untuk bawa jaket juga.

Jika diberi DVD untuk latihan, usahakan untuk kuasai short key piranti lunak subtitling-nya karena akan lebih cepat dibandingkan klak-klik dengan menggunakan tetikus (mouse).
Semoga bermanfaat. Selamat mencoba dan semoga berhasil ^^

Penerjemahan

Tes Penerjemah Subtitle Film

Saya pernah mendapat tawaran untuk mengikuti tes sebagai penerjemah subtitle film di salah satu penyedia TV berbayar. Saya mengiyakan tawaran tersebut karena saya rasa itu akan menambah pengalaman saya sebagai penerjemah.

Materi tes yang diberikan adalah menerjemahkan cuplikan acara (sekitar 10 menit) dari bahasa asing ke bahasa Indonesia dalam waktu 1 jam. Di sini kemampuan untuk mendengarkan (listening) sangat dibutuhkan karena pada saat tes tidak diberikan skrip dalam bahasa aslinya. Kalimat-kalimat dalam acara tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan sesuai dengan format yang telah ditentukan.

Untuk tesnya sendiri hanya menerjemahkan saja tanpa melakukan timing (menyesuaikan kapan teks terjemahan harus tampil dalam gambar). Waktu yang disediakan adalah 1 jam dan pada hari itu juga hasilnya diumumkan. Apabila dinyatakan lolos, nanti akan diberikan 1 keping DVD berisi sebuah acara utuh untuk latihan menerjemahkan sekaligus timing dengan menggunakan piranti lunak.

Menurut saya sendiri, tingkat kesulitan menerjemahkannya relatif karena tergantung dari konten acara atau filmnya. Hal yang cukup sulit adalah justru menggunakan piranti lunak untuk timing-nya karena bisa memakan waktu lebih banyak dibandingkan dengan menerjemahkan konten itu sendiri. Namun apabila sudah cukup familiar dengan short key-nya, sebenarnya tidak terlalu sulit.

Jika dibandingkan dengan menerjemahkan komik, saya rasa menerjemahkan subtitle adalah seperti menjadi penerjemah dan editornya sekaligus. Ketika menerjemahkan komik, saya hanya cukup fokus dalam proses menerjemahkannya saja. Hal-hal yang berkaitan dengan penempatan ke dalam balon-balon dialog, tidak menjadi tugas saya. Sedangkan dalam menerjemahkan subtitle, selain menerjemahkan, saya juga harus menentukan kapan teks tersebut harus muncul dalam gambarnya.

Tips saya bagi yang ingin mengikuti tes sebagai penerjemah subtitle film:

– Tidak perlu terburu-buru hendak menyelesaikan materi tes. Fokus saja dengan yang bisa dikerjakan.

– Perhatikan penggunaan EYD.

– Ketika hendak memotong kalimat, pastikan agar kalimat berikutnya berbentuk utuh sehingga tidak membingungkan penonton.

Contoh: Dia adalah anak…              →            Dia adalah…

              …tetangga yang hilang.                     …anak tetangga yang hilang.

– Tidak ada hubungannya langsung dengan proses penerjemahan, tetapi pendingin ruangan (AC) di tempat saya tes sangat dingin. Ada baiknya untuk bawa jaket juga.

Jika diberi DVD untuk latihan, usahakan untuk kuasai short key­ piranti lunak subtitling-nya karena akan lebih cepat dibandingkan klak-klik dengan menggunakan tetikus (mouse).

Semoga bermanfaat. Selamat mencoba dan semoga berhasil ^^

Penerjemahan

Kewajaran Bahasa

Menerjemahkan adalah sebuah proses untuk menyampaikan pesan dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran. Bahasa sumber dan bahasa sasaran tidak selalu memiliki tata bahasa yang sama. Oleh karena itu, penerjemah harus menyesuaikan tata bahasa dalam bahasa sasarannya. Tujuannya adalah agar naskah terlihat ‘wajar’ ketika dibaca oleh pembaca bahasa sasaran. Inilah yang disebut dengan kewajaran bahasa.

Di bawah ini adalah contoh terjemahan yang biasa saya temukan:

2014年1月1日(水)        diterjemahkan: 1 Januari 2014 (Rabu)

Terjemahan di atas adalah benar, tetapi tidak wajar. Mengapa? Karena di Indonesia, kita biasa menulis tanggal seperti di bawah ini:

Rabu, 1 Januari 2014

Ketidakwajaran seperti di atas biasa terjadi karena cenderung untuk mengikuti bentuk bahasa sumbernya dengan mengabaikan bahasa sasarannya. Padahal kualitas terjemahan akan dinilai dari bahasa sasarannya.

Ketika baru mulai menjadi penerjemah, saya juga sering terlalu fokus dengan tata bahasa Jepang. Bahkan sampai letak tanda baca (titik koma) dan tanda petiknya pun mengikuti pola dalam bahasa Jepang.

Tanda petik Jepang: 「 」

Penting bagi penerjemah untuk membaca kembali hasil terjemahannya. Tidak hanya untuk memeriksa salah ketik saja, tetapi juga untuk memastikan agar hasil terjemahannya terasa “wajar” ketika dibaca tanpa dibandingkan dengan sumbernya. Mohon diingat, menerjemahkan bukanlah mengganti bahasa sumber menjadi bahasa sasaran. Melainkan menyampaikan isi dalam bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran.

Mari kita sampaikan pesan yang benar dan wajar ^^

Uncategorized

Reimburse

“Apa Bahasa Indonesia-nya seisan (精算)?”

“Hmm, biasanya di sini pakai Bahasa Inggris, bilang saja reimburse

 

Itu adalah penggalan pertanyaan dari orang Jepang ke saya. Setelah mendapat pertanyaan tersebut, saya mencoba untuk mencaritahu apa Bahasa Indonesia untuk kata “reimburse” tersebut. Pertama, saya pastikan dulu definisi reimburse tersebut. Saya mengeceknya di kamus Oxford daring. Di sana tertera seperti ini:

 

Reimburse

verb

[with object]

repay (a person who has spent or lost money)

(sumber: http://www.oxforddictionaries.com/definition/english/reimburse?q=reimburse)

 

Lalu bagaimana dengan ‘seisan’? Selama ini sepemahaman saya yang dimaksud dengan seisan adalah meminta penggantian pembayaran. Namun setelah mendapat pertanyaan di atas, saya jadi ragu apakah pemahaman saya selama ini benar atau salah. Maka saya cek kembali di kamus daring. Di sana tertera seperti ini:

 

せい‐さん 【精算】

[名](スル)金額などをこまかく計算すること。特に、料金などの過不足を計算しなおすこと。「乗り越し運賃を―する」「―所」

(sumber: http://kotobank.jp/word/%E7%B2%BE%E7%AE%97)

 

Nah, lho!? Kok, malah berbeda jauh. Jika saya artikan definisi di atas secara sederhana seisan adalah menghitung jumlah (uang) dengan rinci, terutama menghitung kekurangan pembayaran.

 

Mengapa berbeda sekali dengan pemahaman saya selama ini? Ketika saya mencoba mencari-cari lagi. Saya temukan jawaban terhadap perbedaan tersebut di sini:

http://english.evidus.com/magazine/ibunka/92.html

 

Berdasarkan penjelasan tersebut, intinya adalah seisan memiliki makna yang cukup luas tergantung pada penggunaannya. Sehingga pemahaman saya sebagai ”penggantian pembayaran” pun tidak salah.

 

Setelah memastikan definisi masing-masing dari seisan dan reimburse, kembali ke pertanyaan asal: apa Bahasa Indonesia-nya?

 

Secara pribadi, saya rasa ’penggantian pembayaran’ bisa digunakan sebagai terjemahan untuk seisan.

Contoh kalimat:

 

「先週の出張の精算をお願いします」

”Saya mau meminta penggantian pembayaran perjalanan dinas minggu lalu”

 

Hmm, jika mengatakan kalimat di atas secara lisan, kedengarannya begitu kaku jika dibandingkan dengan bahasa yang lebih pragmatis:

 

”Mau reimburse uang business trip minggu lalu, dong”

 

Mari kita gunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar ^^

Uncategorized

Membuat Paspor di Kantor Imigrasi Bogor

Dulu, ketika membuat paspor pada tahun 1990-an, membayangkan untuk mengurusnya saja sudah repot. Apalagi ketika itu saya masih di bawah umur, sepertinya ada saja hal-hal yang dipersulit dalam pembuatan paspor.

Namun persepsi tersebut sudah berubah sekarang. Dalam hal ini saya melihat kondisi Kantor Imigrasi Bogor yang menurut saya sudah sangat bagus. Terakhir kali saya memperpanjang paspor 5 tahun yang lalu (2008), ruangannya belum ber-AC. Kini, ruangannya sudah ber-AC. Antrian untuk mendaftar pun sudah tidak serobotan lagi karena sudah pakai sistem nomor panggil. Itu pun dibatasi hanya 150 orang/hari, sehingga ruang tunggu tidak terasa berjejalan. Bagi yang hendak membuat atau memperpanjang paspor di Kantor Imigarsi Bogor, berikut ini adalah persyaratan dan beberapa tips yang bisa saya berikan berdasarkan pengalaman saya pribadi.

Persyaratan

Persyaratan untuk membuat paspor adalah sebagai berikut (disadur dari brosur Informasi tentang Penerbitan Paspor RI):
1. Bukti Domisili (KTP + KK)
2. Bukti Identitas (Akte Kelahiran/Ijazah/Akte Nikah)
3. Surat Ganti Nama (bagi yang pernah mengganti nama sesuai ketentuan yang berlaku)
4. Surat rekomendasi dari kantor bagi pegawai (khusus TKI melampirkan surat rekomendasi dari Kementerian/Dinas Tenaga Kerja)
5. Paspor lama (bagi yang sebelumnya pernah memiliki paspor)

Persyaratan untuk anak di bawah umur (di bawah 17 tahun) ditambah dengan dokumen-dokumen berikut:
1. KTP kedua orangtua
2. Surat nikah orangtua
3. Fotokopi paspor orangtua yang masih berlaku
4. Surat keterangan dari sekolah (bagi yang sudah bersekolah mulai dari TK-SMA)

Seluruh berkas di atas dibawa aslinya dan di fotocopy dengan kertas ukuran A4. Hasil fotocopy jangan dipotong. Biarkan saja tetap berbentuk kertas A4. Jangan lupa untuk mengisi formulir permohonan yang dapat dilakukan secara fisik (kertas) atau pun online. Untuk pendaftaran online bisa dilakukan via situs Dirjen Imigarsi.

Setelah mengajukan permohonan di loket permohonan, petugas akan memberi tanda bukti untuk ambil foto, sidik jari dan wawancara sesuai dengan tanggal yang diberikan sekaligus membayar biaya pembuatannya. Biaya untuk tahun 2012 adalah Rp. 255.000. Pengalaman saya sendiri diminta untuk datang kembali setelah 3 hari kerja. Bagi pemohon online, tanggal untuk foto, sidik jari dan wawancara dapat ditentukan sendiri sesuai dengan waktu yang tersedia.

Setelah proses foto, sidik jari dan wawancara, petugas akan memberi kembali tanda bukti untuk pengambilan paspor. Paspor akan selesai dalam 4 hari kerja.

Tips

Berikut adalah beberapa tips untuk membuat paspor di Kantor Imigrasi Bogor.

1. Formulir permohonan
Formulir kertas bisa diambil di bagian informasi. Lokasinya berada di sebelah kanan setelah masuk dari pintu imigrasi. Formulirnya sendiri gratis, tetapi kita diwajibkan untuk membeli map dan sampul paspor seharga Rp. 15.000 (anggap saja dapat bonus sampul) di koperasi pegawai Imigrasi. Lokasi koperasi ini (lebih tepatnya tukang fotocopy) berada di sisi kiri di luar gedung kantor imigrasi. Sebaiknya formulir diambil terlebih dulu karena mengisinya cukup memakan waktu.

Jika tidak ingin repot datang ke kantor imigrasi, formulir permohonan juga bisa diisi via online di situs Dirjen Imigrasi. Untuk panduannya pengisiannya, dapat klik di sini.

2. Nomor Antrian
Jumlah pemohon di Kantor Imigrasi Bogor dibatasi hanya 150 orang/hari. Oleh karena itu, kita harus datang pagi-pagi agar bisa mendapat nomor antriannya. Saya sarankan datang pukul 7 pagi agar bisa mendapat nomor di bawah 30. Nomor antrian sendiri baru dibuka pukul 7.30. Ketika mengambil nomor antrian untuk foto juga sebaiknya pagi-pagi. Terutama jika hari untuk mengambil fotonya bersamaan dengan hari kerja terakhir di bulan Desember karena loket pembayaran hanya buka sampai jam 10.00.

3. Berkas-berkas
Pastikan untuk membawa semua berkas aslinya. Untuk fotocopy-nya, gunakan kertas A4 dan jangan dipotong. Bagi WNI keturunan, ada baiknya bawa juga dokumen orangtua mengenai keterangan kewarganegaraan. Bagi ibu rumah tangga, akan lebih baik jika membawa surat keterangan bekerja suami.

4. Surat rekomendasi
Bagi pegawai swasta, surat rekomendasi berisi keterangan mengenai nama dan jabatan yang bersangkutan dengan perihal berjudul rekomendasi untuk permohonan paspor.

5. Surat keterangan dari sekolah
Bagi anak di bawah umur dan sudah bersekolah, minta ke pihak sekolah untuk dibuatkan surat keterangan masih bersekolah. Surat ini tidak diperlukan bagi yang

Semoga penjelasan dan tips di atas berguna. Selamat membuat paspor ^^

Uncategorized

Japan Trick Art 3D

Beberapa hari yang lalu saya datang ke pameran Japan Trick Art 3D yang diadakan di Grand Indonesia West Mall 5th Floor. Pameran ini sangat menarik! Kita bisa berinteraksi dengan karya-karya yang dipajang, sehingga seolah-olah kita menyatu dengan karya tersebut ketika di foto.

Harga tiket untuk hari kerja Rp. 50.000 sedangkan untuk hari Sabtu, Minggu dan Libur Nasional adalah Rp. 75.000. Pameran ini dibuka mulai 3 Desember 2012 – 3 Februari 2013.

Dalam pameran ini, ada juga kontes fotonya, lho. Foto-fotonya, bisa cek di akun twitter @trickart_id. Cek juga situsnya untuk lihat karya-karyanya yang lain.

Selamat mencoba ^^

image
Heeei, topiku!!
image
Auuuch
image
Toloooong!!
Uncategorized

Akemashite…

Akemashite omedetougozaimasu. Selamat tahun baru 2013
^_^v

Uncategorized

Bikin gambatte?

Banyak produk Jepang yang beredar di Indonesia. Produk tersebut ada mobil, motor, kosmetik hingga makanan dan minuman. Sebagian besar dalam promosinya menegaskan bahwa produknya memang berasal dari Jepang. Hal ini sah-sah saja selama memang benar produk tersebut merupakan brand dari Jepang. Bahkan ada juga yang menggunakan bahasa Jepang sebagai ‘bumbu-bumbu’ dalam promosinya. Nah, untuk yang satu ini, ada sebuah iklan di TV yang cukup menggelitik saya. Sebenarnya iseng juga saya membahas ini, tapi iklan ini memang sudah membuat saya berdiskusi dengan beberapa orang yang bisa berbahasa Jepang (dan semua orang bilang saya kok iseng banget ngurusin kaya gini).

Iklan tersebut adalah iklan minuman teh (ocha) dalam kemasan botol PET. Dalam iklan teh yang mereknya berarti ‘masa depan’ ini, ada versi seorang karyawan laki-laki yang mengejar bosnya untuk mendapatkan tanda tangan sang bos. Sebelum mengejar sang bos, si karyawan minum teh kemasan tersebut dan mengucapkan “gambatte“. Setelah itu adegan berlanjut ke sang karyawan dibonceng sepeda motor (mungkin ojek) untuk mengejar sang bos sambil berteriak “gambatte“. Setelah berhasil mendapatkan tanda tangan, iklan pun ditutup dengan tagline, “teh yang bikin gambatte“.

Penggunaan kata “gambatte” dalam iklan tersebut lah yang menggelitik saya untuk menulis ini. Bentuk kamus dari gambatte adalah gambaru. Kata ini memang sulit untuk diterjemahkan, tetapi masih sepadan dengan kata berusaha, bersemangat atau berjuang. Perubahan bentuk kamus menjadi bentuk –te dapat diartikan menjadi dua. Pertama, sebagai bentuk sambung. Maksudnya, setelah kata gambatte, seharusnya terdapat kata lagi sesudahnya. Contoh, … kare wa gambatte, joushi o otta . Kedua, singkatan dari –tekudasai. Contoh, gambattekedasai.

Berdasarkan keterangan di atas, menurut hemat saya penggunaan kata gambatte dalam iklan tersebut kurang tepat. Kata gambatte tidak bisa dianggap sebagai bentuk sambung karena hanya digunakan secara mandiri.

Namun jika maksudnya adalah gambattekudasai, maka akan menjadi konyol karena sang karyawan berteriak gambatte seolah-olah orang disekitarnya yang sedang berusaha. Padahal yang berusaha dalam iklan tersebut adalah karyawan itu sendiri. Dengan demikian, tagline-nya pun menjadi terasa aneh. Dengan mengatakan “… bikin gambatte“, saya menangkap kesan kalimatnya belum tuntas. Jika diterjemahkan akan menjadi seperti “bikin berusaha dan… (?)”.

Kesimpulannya menurut saya, jika maksud dari copywritter adalah “teh yang bikin jadi punya semangat”, maka saya rasa akan tepat jika menggunakan bentuk kamusnya (teh yang bikin gambaru). Saya mencoba untuk melihatnya dari sisi penerjemahan karena tidak punya latar belakang ilmu linguistik. Minasan, ikagadeshouka?

Uncategorized

Bahasa Jepang Kuno

Dulu ketika menerjamahkan komik Hikayat Genji, kesulitan terbesar yang saya hadapi adalah bahasa jepang kuno. Dalam komik tersebut banyak adegan surat menyurat maupun waka (puisi Jepang kuno). Saya sendiri tidak pernah belajar tentang bahasa Jepang kuno. Teman-teman orang Jepang saya pun tidak semuanya mengerti mengenai ini. Pada saat itu saya berusaha untuk memaknai setiap huruf kanji, sementara untuk hiragana-nya saya setengah menebak padanan kata dalam bahasa Jepang modern-nya.

Beberapa waktu yang lalu saya menemui lagi waka yang menggunakan bahasa Jepang kuno dalam komik. Waka dalam komik tersebut merupakan kunci dari alur cerita dan kata kuncinya ditulis dalam hiragana. Maksud dari komikusnya adalah menggunakan cara baca yang sama untuk kanji yang akan menjadi 2 kata yang berbeda. Permainan kata khas Jepang…

Nah, disaat saya bingung mencari arti dari kata dalam bahasa Jepang kuno tersebut. Saya menyadari bahwa di kamus daring weblio ternyata terdapat kamus bahasa Jepang kuno (Kogo Jiten 古語辞典). Wow, ini sungguh sangat membantu.

Bagi yang ingin mencoba, silakan klik di sini. Lumayan buat yang ingin mengerti manyoshu 万葉集.

Uncategorized

Honor Penerjemah

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat milis dari HPI (Himpunan Penerjemah Indonesia) mengenai tarif acuan penerjemahan. Jika melihat tabel tarif tersebut, bahasa Jepang termasuk yang tarif penerjemahannya paling mahal yaitu, Rp. 200.000/halaman jadi. Tarif tersebut hanyalah acuan yang ditetapkan oleh pemerintah, sehingga pada dasarnya penerjemah boleh saja mematok harga yang lebih tinggi ataupun lebih rendah berdasarkan pertimbangan masing. masing. Perlu diperhatikan juga bahwa tarif yang berlaku untuk penerjemahan buku akan berbeda. Untuk penerjemahan buku, tarifnya berkisar dari Rp. 7.500 hingga Rp. 20.000 per halaman jadi. Untuk melihat tarif acuan penerjemahan selengkapnya bisa klik disini.

Lalu, bagaimana dengan penerjemahan komik? Tentunya tarif yang berlaku adalah tarif penerjemahan buku. Honor untuk menerjemahkan komik tarifnya bervariasi berdasarkan banyaknya jumlah dialog dan tingkat kesulitan bahasa Jepang yang digunakan dalam komik. Pengalaman saya pribadi, honor yang selama ini pernah saya terima nilainya bahkan lebih tinggi dibandingkan tarif acuan yang ditentukan oleh pemerintah.

Jadi, bagi yang ingin coba menjadi penerjemah komik, jangan khawatir tentang honornya. Semakin banyak jumlah komik yang diterjemahkan, maka semakin besar jumlah honornya. Nilainya bisa hampir setara kerja kantor untuk entry level kelas staf, lho. Untuk lowongan penerjemah komik, bisa lihat blog saya disini.

Selamat mencoba ^^