Juru Bahasa Bukanlah Kamus Berjalan

Istilah khusus atau senmon yogo sering kali menjadi momok bagi juru bahasa pemula. Banyak yang merasa takut untuk memasuki bidang baru karena tidak tahu istilah-istilah khusus yang biasa digunakan dalam bidang tersebut. Dalam beberapa forum di media sosial pun tidak sedikit yang meminta untuk berbagi daftar istilah khusus bagi yang memilikinya. Namun, apakah jika seorang juru bahasa memiliki daftar istilah khusu tersebut, penjurubahasaannya akan menjadi lebih baik?

Mungkin jawabannya tidak serta merta dapat dikatakan lebih baik. Memiliki daftar istilah khusus memang membantu untuk mengenai padanan kata dalam bahasa sasaran, tetapi yang sering dilupakan adalah bagaimana cara menyampaikannya dalam bahasa sasaran. Sering kali juru bahasa ‘terjebak’ dengan daftar istilah yang dimilikinya sehingga menjadi tidak fleksibel dalam penyampaiannya.

Hal yang paling penting dalam penjurubahasaan adalah menyampaikan pesan dalam bahasa sumber ke bahasa sasaran. Pesan di sini dapat bersifat eksplisit maupun implisit. Mungkin tidak akan ada masalah jika pembucara menyampaikan dalam kata-kata yang eksplisit, tetapi bagaimana jika penyampaiannya dilakukan secara implisit? Apakah mungkin seorang juru bahasa hanya ‘mengganti’-nya dalam bahasa sasaran tanpa memeduli pesan yang hendak disampaikannya?

Jawabannya tentu saja tidak. Sangat penting bagi juru bahasa untuk memahami lebih dalam dari kata-kata maupun kalimat-kalimat yang disampaikan dalam konteks tertentu. Pemahaman tersebut justru lebih penting dari sekadar menghafalkan istilah-istilah khusus. Dengan begitu, juru bahasa akan lebih fleksibel dalam menyampaikan pesan tanpa ‘terkekang’ oleh struktur bahasa maupun nuansa dalam bahasa sumber.

Bahasa Jepang adalah bahasa yang, menurut saya, dapat membuat pendengarnya mudah salah paham. Mulai dari pelafalan kata yang sama, tetapi berbeda huruf kanji sehingga maknanya berbeda, kalimat yang kadang tidak memiliki subjek atau verba, hingga onomatope yang spesifik. Kemudian, tantangannya adalah bagaimana menyampaikan hal-hal tersebut ke dalam bahasa Indonesia yang kosa katanya tidak sekaya bahasa Jepang. Inilah yang membuat juru bahasa tidak bisa mengandalkan daftar istilah saja karena juru bahasa bukanlah kamus berjalan.

Saat ini memang belum ada pelatihan penerjemahan khusus untuk pasangan bahasa Jepang-Indonesia. Memupuk pengalaman dengan menambah jam terbang menjadi jalan terbaik untuk memperbaiki diri. Akan lebih baik juga jika bertanya kepada user tentang penjurubahasaan yang kita lakukan. Biasanya, user cukup terbuka untuk memberikan masukan karena mereka memang membutuhkan juru bahasa yang mampu menyampaikan pesan dengan baik.

Iklan

2 tanggapan untuk “Juru Bahasa Bukanlah Kamus Berjalan

  1. saya sangat suka dengan tulisan ini.
    pesan yang mau disampaikan mengena sekali.
    saya seorang interpreter pemula saat ini bekerja di perusahaan kimia.
    saya mendapatkan banyak bahan apalan senmonyougo kimia dari senior saya. tapi seperti yang mas hanif tulis, saya terjebak dalam hapalan-hapalan saya tersebut. seringkali pesan yang ingin disampaikan lokal staff maupun expat tidak tersampaikan karnanya.
    pihak expat maupun lokal sering sekali menegur saya untuk mengerti dulu konteks yang dibicarakan. menurut saya bagian ini yang lebih sulit daripada hapalan.

    saya mau tanya, apakah ada tips-tips tertentu untuk interpreter pemula untuk menguasai pekerjaannya?

    terima kasih sebelumnya

    1. Halo Mas Al,
      Terima kasih atas komentarnya.

      Tips dari saya, Mas Al bisa coba dengan mulai memahami fungsi dan alur pekerjaan dari departemen/divisi tempat Mas Al ditugaskan. Contohnya, kalau Mas Al ditempatkan di bagian produksi, mulailah dengan mengetahui alur produksi dari barang masuk sampai barang keluar, termasuk proses-proses ap saja yang dilalui sampai bahan bakunya menjadi produk. Kemudian, perhatikan departemen-departemen apa saja yang berkaitan dengan departemen tempat Mas Al bertugas.

      Dengan cara tersebut, Mas Al akan mudah memahami apa yang dibicarakan oleh orang-orang di tempat Mas Al ditugaskan. Nah, kalau sudah paham, nantinya tidak akan terjebak lagi dengan senmon yougo karena Mas Al bisa menyampaikan pesannya dengan kalimat sendiri tanpa harus terpaku dengan kalimat aslinya.

      Semoga tips ini dapat membantu 😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close