Aplikasi, Interpreter

Berbagai Media Telekonferensi: Skype, Hangout, dan Zoom

Kemajuan teknologi sangat membantu agar orang tetap dapat “bertatap muka” walaupun melalui dunia maya. Saya sudah menggunakan Skype sejak masih kuliah di Jepang. Kecepatan internet yang masih terbatas pada saat itu memang tidak dapat menampilkan video yang jernih, khususnya ketika melakukan panggilan ke Indonesia. Namun, tetap saja sudah terasa luar biasa pada saat itu.

Ketika itu, sama sekali tidak terpikir bahwa nantinya akun Skype tersebut akan digunakan juga dalam pekerjaan. Satu hal yang saya syukuri adalah tidak membuat akun dengan nama yang “alay”. Pada saat awal-awal bekerja sama dengan agensi luar negeri, cukup sering komunikasi dilakukan menggunakan Skype. Namun, fitur yang lebih sering digunakan adalah fitur chat dibandingkan video call. Beberapa kali juga menggunakan fitur panggilan audio untuk virtual meeting dengan agensi dan user.

Sejak pandemi Covid-19 dan adanya himbauan untuk bekerja di rumah (WFH), bertambahlah aplikasi telekonferensi yang saya gunakan. Selain Skype, saat ini saya menggunakan Hangout dan Zoom. Aplikasi Hangout biasanya saya pakai untuk melakukan kuliah jarak jauh dengan mahasiswa saya. Sedangkan untuk pekerjaan, saat ini kebanyakan user meminta untuk menggunakan Zoom. Sejauh ini belum ada kendala yang berarti. Internet yang digunakan stabil sehingga kualitas suara maupun videonya bagus.

Hmm, apakah nantinya akan ada aplikasi lain lagi yang akan nge-tren?

Interpreter

“Normal” yang Baru

Sejak mewabahnya Covid-19, saat ini banyak orang yang bekerja dari rumah (WFH). Dalam beberapa minggu terakhir ini pun, banyak artikel mengenai tips-tips agar tetap dapat bekerja secara efektif dari rumah. Karena sudah berlangsung selama beberapa minggu, tidak sedikit yang mengatakan bahwa WFH sudah menjadi suatu hal “normal” yang baru.

Sebagai juru bahasa, saya pun merasakan hal yang baru. Sudah beberapa kali saya menerima pekerjaan juru bahasa melalui telekonferensi. Sebenarnya, remote interpreting atau penjurubahasaan jarak jauh bukanlah sesuatu hal yang baru. Mungkin yang paling umum adalah telephone interpreting atau penjurubahasaan melalui telepon. Di Jepang, beberapa department store atau stasiun juga menerapkan penjurubahasaan jarak jauh melalui tablet untuk melayani pelanggan.

Dalam situasi yang masih sulit untuk bekerja dengan tatap muka, beberapa agen penerjemahan mulai menawarkan juru bahasa, yang tadinya bekerja ke lokasi, untuk bekerja dari rumah. Tentunya ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan agar dapat menjalankan penjurubahasaan jarak jauh dengan baik.

Hal pertama yang perlu disiapkan adalah koneksi internet. Bukan hanya terhubung, tetapi harus memiliki koneksi yang stabil agar dapat mendengar dan menyampaikan penerjemahan dengan baik. Hal kedua adalah perangkat. Komputer dapat menjadi pilihan pertama, walaupun tablet dan ponsel cerdas juga sudah cukup mumpuni, dilengkapi dengan headset dan mic. Hal yang ketiga adalah lingkungan. Juru bahasa mungkin dapat mendengar dengan baik karena menggunakan headset. Namun, harus memperhatikan juga suara yang ada di sekitar agar jangan sampai suara lain seperti suara kendaraan di luar, suara orang di rumah, suara TV, dan sebagainya juga ikut terdengar orang lain.

IMG_6335Situasi saat ini memang menjadi tantangan tersendiri. Namun, ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mendapatkan keterampilan baru yang berguna di masa depan. Selain itu, ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mencoba memasuki bidang bisnis baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya.