Komedi Jepang – Manzai

Satu hal yang saya suka dari tontonan di Jepang adalah acara komedi. Ada beberapa tipe komedi di Jepang. Saya akan mencoba untuk menulis beberapa diantaranya. Jenis komedi yang paling saya suka adalah manzai 漫才. Manzai bisa dibilang mirip dengan stand up comedy yang saat ini sedang populer di Indonesia. Boleh dibilang satu-satunya perbedaan adalah jumlah penampilnya. Jika dalam stand up comedy, jumlah penampilnya satu orang, maka dalam manzai terdapat 2 orang. Kedua penampil ini memiliki peran yang berbeda-beda. Satu orang akan menjadi boke ボケ, sedangkan satu lagi akan menjaditsukkomi つっこみ . Saya tidak yakin bagaimana menerjemahkan kedua istilah ini, tetapi menurut saya contoh yang pas di Indonesia untuk boke adalah Bolot dan tsukkomi adalah Malih .

Boke berperan sebagai pengumpan tawa. Biasanya boke akan bercerita atau memperagakan sesuatu tetapi salah. Fungsi tsukkomi adalah memberitahukan kesalahan yang dilakukan oleh boke. Ketika tsukkomi sedang ‘membetulkan’ boke, disanalah penonton akan tertawa. Kombinasi antara umpan dari boke dan ‘smash’ dari tsukkomi akan menjadi penentu lucu atau tidaknya materi yang disampaikan oleh pasangan manzai atau biasa disebut dengan istilah kombi コンビ.

Materi yang disampaikan oleh pasangan manzai umumnya disampaikan dengan cepat. Pada waktu pertama kali saya melihat manzai, saya tidak bisa menangkap dengan utuh pembicaraan mereka. Jangankan untuk melihat kamus, mendengarkan apa yang disampaikannyapun cukup sulit. Namun setelah terbiasa, saya sungguh merasa sangat terhibur. Materi yang dibawakan biasanya berupa permainan kata atau kejadian-kejadian yang umum di Jepang.

Menurut saya, apa yang membuat materi manzai dapat diterima oleh mayoritas warga Jepang adalah keseragaman pengalaman yang dirasakan oleh setiap orang Jepang. Ketika masih bersekolah, mereka pasti merasakan yang namanya makan siang bersama. Ketika bekerja, mereka pasti akan merasakan lembur dan diajak minum-minum oleh bos. Keseragaman dalam kehidupan sehari-hari menjadikan orang Jepang memiliki ‘pengalaman’ yang sama terhadap hal-hal yang umum. Ketika kejadian-kejadian tersebut diangkat menjadi materi manzai, semua orang akan memiliki memori yang sama.

Bagi yang ingin tahu seperti apa manzai tersebut, saya sertakan link di youtube dari salah satu grup manzai favorit saya, Taka and Toshi タカアンドドシ. Selamat menonton!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s