Belajar Bahasa Jepang

Saya sering ditanya oleh teman-teman saya, bagaimana caranya agar bisa lancar berbahasa Jepang. Saya sendiri tidak pernah belajar bahasa Jepang secara formal. Namun kebetulan saya pernah ikut orangtua tugas belajar ke Jepang waktu kecil dan mendapat kesempatan kuliah di Jepang. Total saya tinggal di Jepang selama 9 tahun. Kebanyakan orang-orang yang mendengar cerita tentang lamanya saya tinggal di Jepang berpikir, “tentu saja dia lancar bahasa Jepang-nya, wong dia lama di Jepang kok”. Saya tidak menampik anggapan tersebut, tetapi saya tidak setuju jika lamanya tingal di Jepang dijadikan penyebab lancarnya berbahasa Jepang. Kenapa? Karena berbahasa Jepang bukan berarti sekedar bisa berbicara bahasa Jepang saja, melainkan juga bisa membaca dan menulis. Kedua hal inilah yang menjadi momok bagi orang-orang yang belajar bahasa Jepang. Sebagai orang Indonesia, kita terbiasa untuk membaca dan menulis dengan menggunakan huruf latin. Sehingga mempelajari bahasa yang tidak menggunakan huruf latin memerlukan usaha yang lebih agar dapat menguasainya.

Saya sendiri mengalami kesulitan ketika harus menguasai huruf kanji. Sekalipun waktu kecil saya pernah tinggal di Jepang, ketika itu saya bersekolah di sekolah Indonesia. Sehingga saya hanya mendapat pendidikan bahasa Jepang ala kadarnya. Saya memang dengan mudah mengingat hiragana dan katakana ketika sudah dewasa, tetapi untuk kanji, saya harus berusaha keras untuk menghafalnya. Lalu, bagaimana caranya agar bisa menghafal begitu banyak kanji? Saya sendiri merasa ada 3 hal yang membantu saya untuk menghafal kanji: membaca komik, bermain video game dan menonton acara tv jepang. Mungkin kedengarannya seperti bermain-main, tapi berikut penjelasan dari saya.

Membaca komik sudah tentu membutuhkan kemampuan membaca. Saya sangat senang membaca komik dan pada saat saya kuliah di Jepang pun saya ingin sekali membaca komik. Tetapi disini muncul masalah: bahasanya bahasa Jepang. Tidak mungkin saya bisa mendapatkan komik berbahasa Indonesia di Jepang kecuali titip kepada orang-orang yang pulang ke Indonesia untuk dibawakan. Namun rasanya hal tersebut sangat konyol, lagi pula yang versi bahasa Jepang nomornya sudah jauh dibandingkan dengan yang terjemahan. Akhirnya sayapun membeli komik yang bahasa Jepang dan membacanya sambil menenteng kamus. Tentu saja ini sangat merepotkan. Namun ini sangat membantu saya untuk mempelajari kosakata bahasa Jepang, sekaligus mengingat huruf kanji. Dibandingkan membaca bahan-bahan kuliah, tentu saja lebih menyenangkan untuk membaca komik.

Bermain game juga turut membantu saya untuk belajar kanji. Game yang dimainkan tentu saja bukan yang sekelas tetris atau pacman. Bermain game tipe RPG atau bahkan game olahrsga sekalipun memerlukan kemampuan untuk membaca. Untuk game RPG, sudah jelas sekali perintah-perintah yang ada tertulis dalan bahasa Jepang, sedangkan untuk game olahraga, menu dan strategi yang tertulis dalam huruf Jepang. Hanya saja berbeda dengan membaca komik, biasanya untuk game, cukup hanya sekali saja untuk buka kamus. Kenapa? Karena selanjutnya sudah hafal dengan isinya :p

Yang menurut saya sangat membantu adalah menonton acara tv jepang. Bagi yang pernah lihat mungkin sudah tahu bahwa biasanya acara tv jepang suka menuliskan subtitle atas kata-kata yang diucapkan oleh pengisi acara. Tujuan dari subtitle tersebut adalah untuk membantu mereka yang memiliki pendengaran kurang agar tetap bisa memahami isi acara. Pada awal saya kuliah di Jepang, saya tidak suka menonton acara tv selain kartun yang saya pun kadang tidak memahaminya. Saya mulai menonton acara tv Jepang ketika libur musim panas pertama saya. Ketika itu senior-senior saya banyak yang pulang ke Indonesia, sehingga saya tidak punya kegiatan lain. Iseng-iseng saya menonton tv. Saya perhatikan pada saat itu, hampir semua acara tv bertema variety show dan sering sekali terdengar suara tawa. Saya mulai mencoba memahami dengan menonton sambil membawa kamus. Karena terdapat subtitle, saya jadi tahu cara baca kanjinya. Setelah itu saya cari di kamus artinya. Saya memang tidak bisa memahami secara utuh isi acaranya dan sering terlambat tertawa, tetapi cara tersebut cukup efektif karena berikutnya saya jadi ingin tahu secara utuh isi dari acara-acara tv tersebut. Karena semakin terbiasa membaca, semakin lama semakin banyak huruf yang saya hafal dan semakin banyak kosakata yang saya pahami.

Cara-cara diatas mungkin berhasil bagi saya karena saya menyukai ketiga hal diatas. Namun intinya adalah belajar bahasa Jepang bisa dilakukan melalui media yang kita sukai. Kemampuan membaca dapat diasah melalui hal-hal yang disukai tersebut. Jika sudah bisa membaca, maka menulis di komputer pasti akan bisa. Namun untuk menulis tangan hanya bisa dilakukan dengan latihan menukis saja. Sedangkan untuk kemampuan berbicara, cara yang paling baik adalah berkomunikasi langsung dengan orang Jepang. Cara lain yang bisa dilakukan adalah memaksakan diri untuk berbicara dengan menggunakan bahasa Jepang kepada sesama orang Indonesia. Tentu saja hasilnya tidak akan seefektif ketika berkomunikasi dengan orang Jepang.

Mudah-mudahan tips ini dapat membantu. Gambatte kudasai!

Iklan

2 thoughts on “Belajar Bahasa Jepang”

  1. ane kan masih SMA, kira2 buat bisa belajar bahasa jepang gmana ya?

    seengaknya biar bisa freelancer dibbrapa penerbit komik..

    dan juga apa kuliah itu ada jurusan bhs jepang?

    lalu jurusan kuliah apa saat om di jepang?

    1. Bahasa Jepang bisa dipelajari dari kursus atau kuliah. Beberapa perguruan tinggi negeri seperti UI, Unpad, Andalas memiliki jurusan sastra Jepang. Untuk swasta ada Dharma Persada, Pakuan atau Bina Nusantara.

      Kalau berminat jadi penerjemah komik Jepang, sebaiknya dimulaibdari menguasai huruf kanji dulu agar tidak terlalu lama mencari cara bacanya ketika menerjemahkannya. Saran saya, minimal kuasai 1000 huruf kanji dasar terlebih dulu.

      Saya sendiri dulu kuliah ekonomi pertanian di Jepang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s