Melihat Jepang Melalui Dorama

Pada 6 Juni 2015 yang lalu J Series Festival di adakan di Jakarta. Acara tersebut merupakan ajang untuk memperkenalkan drama TV Jepang di Indonesia. Jepang memang sedang berusaha untuk mengenalkan budayanya melalui drama TV, terlebih lagi beberapa tahun belakangan ini drama TV Korea lebih banyak di tayangkan di TV lokal Indonesia.

Saya sendiri suka menonton drama Jepang, apalagi setelah WakuWaku Japan mulai mengudara di TV berbayar. Namanya juga drama, tentu saja adegan-adegannya kadang dibuat berlebihan dan kadang tidak sesuai dengan kenyataannya. Walaupun begitu, secara pribadi saya merasa drama bisa menjadi “pintu masuk” ke dalam kebudayaan Jepang.

Terlepas dari adegan-adegan yang berlebihan, sebenarnya cukup banyak hal-hal umum mengenai Jepang yang dapat dilihat melalui drama. Contohnya adalah minum-minum setelah pulang kerja, festival sekolah, cara berbicara yang berbeda berdasarkan usia dan jenis kelamin, sopan santun dan sebagainya.

Tidak sedikit juga drama yang pada akhirnya memberikan pengaruh pada kehidupan nyata. Salah satu drama yang mempengaruhi kehidupan nyata adalah drama Hanzawa Naoki. Drama yang episode terakhirnya meraih rating lebih dari 40% ini telah mempengaruhi para pekerja Jepang sehingga mereka mulai berani menentang atasan yang sewenang-wenang. Suatu sikap yang tidak terbayangkan pada tahun 1980-an.

Seperti yang disampaikan oleh Yuki Furukawa, aktor yang menjadi bintang tamu di J Series Festival, salah satu daya tarik drama Jepang adalah variasi genrenya. Tidak melulu drama romantis, terdapat juga drama bertema “berat” seperti Hanzawa Naoki yang mengangkat tema ekonomi, selain juga yang umum seperti drama yang bergenre komedi dan keluarga.

Saat ini saya sedang mengikuti drama The Emperor’s Cook yang sedang ditayangkan di WakuWaku Japan setiap Sabtu pukul 20.00. Drama berlatar Jepang di awal tahun 1900-an ini diangkat berdasarkan kisah nyata seorang pemuda yang pada akhirnya menjadi koki Kaisar Jepang. Tahukah anda bahwa hidangan resmi di Istana Kaisar Jepang adalah masakan Prancis? Mungkin nantinya di dalam drama ini akan dijelaskan mengapa bukan masakan Jepang yang dipilih menjadi hidangan resmi istana.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s