Computer Assisted Translation (CAT) Tool

Kadang-kadang saya menemukan kata atau kalimat yang berulang kali muncul dalam teks yang sama ketika sedang menerjemahkan. Biasanya saya pakai cara konvensional dengan “copy-paste” agar tetap menggunakan terjemahan yang sama.

Sebenarnya ada piranti lunak yang memudahkan penerjemah dalam bekerja. Piranti lunak yang dimaksud adalah Computer Assisted Translation (CAT) Tool. CAT berbeda dengan mesin penerjemah karena pada dasarnya hanya membantu saja. Proses penerjemahan tetap dilakukan oleh penerjemah. Namun jika teks asli dan teks terjemahannya tersimpan dalam data CAT, maka piranti lunak tersebut akan mengingat istilah atau kata yang pernah penerjemah gunakan. Sehingga ketika akan menerjemahkan dokumen lain, CAT dapat memberikan rekomendasi kata-kata yang bisa digunakan oleh penerjemah.

Merek piranti lunak CAT ada banyak dan harganya cukup mahal. Namun biasanya mereka menyediakan versi trial-nya secara gratis untuk waktu tertentu. Jika ingin menggunakan yang benar-benar gratis, tidak ada salahnya untuk mencoba Google Translator Toolkit.

Saya sendiri baru akhir-akhir ini mencoba menggunakannya sehingga belum terlalu paham dengan fungsi-fungsinya. Satu hal yang paling terasa adalah saya lebih mudah dalam menerjemahkan karena teksnya sudah terbagi-bagi menjadi satu kalimat-satu kalimat. Oleh karena terintegrasi dengan Google Translate, pada awalnya juga akan muncul terjemahan mesin versi Google-nya. Tentunya terjemahan tersebut perlu diperbaiki agar dapat dibaca lebih ‘alami’.

Sayangnya teks asli komik yang saya terjemahkan masih berupa hardcopy sehingga tidak bisa diunggah ke dalam CAT. Terpaksa masih harus menerjemahkannya secara manual… ( >_<)

Atau…

Sebenarnya ada cara untuk memasukkannya ke dalam CAT?

Iklan

Domestication dan Foreignisation

Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah artikel media daring Jepang mengenai perubahan pada Doraemon sehubungan dengan akan ditayangkannya serial tersebut di Amerika Serikat. Perubahan yang dimaksud adalah dilakukannya lokalisasi termasuk penyesuaian dengan kebiasaan yang berlaku di Amerika.

Dalam artikel tersebut dijelaskan beberapa perubahannya sebagai berikut: pada adegan makan, adegan menggunakan sumpit diganti dengan garpu dan nasi omelet diganti dengan pancake. Nilai ulangan Nobita yang mendapat nilai 0 diganti dengan F (sesuai dengan metode penilaian di Amerika).

Nama-nama alat ajaib milik Doraemon juga diterjemahkan. Namun ini tidaklah aneh karena di Indonesia pun peralatan ajaib milik Doraemon juga di terjemahkan. Perubahan juga bahkan terjadi pada nama tokoh, contohnya Nobita menjadi Nobby dan Giant menjadi Big G.

Dalam penerjemahan dikenal metode yang disebut domestication dan foreignisation. Kedua istilah tersebut merujuk pada pendekatan mana yang digunakan oleh penerjemah ketika menerjemahkan. Apabila penerjemahannya lebih mendekati bahasa sasaran, maka penerjemah tersebut menggunakan metode domestication. Sebaliknya, apabila penerjemah lebih mendekati bahasa sumber, maka metode yang digunakan adalah foreignisation.

Dalam kasus Doraemon di Amerika Serikat yang saya sampaikan di atas, penerjemahannya harus mengambil metode domestication untuk menyesuaikan dengan perubahan yang dilakukan pada adegan-adegan dalam serial tersebut.

Ketika menerjemahkan komik Jepang, saya pun harus memutuskan apakah akan menggunakan metode domestication atau foreignisation. Pihak penerbit sebenarnya sudah memberikan aturan mengenai hal ini. Terutama untuk penggunaan kata panggilan seperti –san, -chan atau –kun memang tidak diperbolehkan. Lalu, apakah dengan demikian komik terjemahan saya bisa disebut sudah didomestikasi?

Saya pribadi akan mengatakan tidak. Khususnya karena tidak ada perubahan drastis seperti perubahan adegan seperti yang dilakukan pada contoh kasus Doraemon di atas. Terjemahannya cenderung foreignisation karena dalam beberapa kasus saya atau editor saya memberikan catatan kaki untuk menjelaskan istilah yang memang khusus atau tidak bisa diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Metode manapun yang digunakan, pada akhirnya yang penting adalah keberterimaan pada pembacanya. Salah satu latar belakang munculnya fansub di internet adalah karena adanya ketidakpuasan terhadap hasil terjemahan.

Para pembaca komik yang terhormat, semoga terjemahan saya dapat diterima oleh anda sekalian. ^^