Tata Cara Tukar Menukar Kartu Nama dengan Orang Jepang

“Ketika memberi kartu nama, pegang kartu namanya dengan kedua tangan dan berikan dengan kartu nama menghadap ke orang yang mau diberikan kartu namanya.”

“Mohon maaf, saya belum mengajarkan staf saya tata krama yang baik.”.

Cuplikan kalimat di atas adalah kalimat yang disampaikan oleh orang Jepang ketika saya sedang mendampingi klien. Tata krama memang penting bagi orang Jepang terlebih lagi untuk urusan bisnis. Salah satu tata krama dasar yang wajib dikuasai adalah tata cara tukar-menukar kartu nama. Kedengarannya hal yang sepele, tetapi dampaknya sangatlah besar. 

Tukar-menukar kartu nama dilakukan pada saat pertama kali bertemu dengan orang lain. Tata caranya adalah sebagai berikut:

1. Keluarkan kartu nama dari dompet kartu nama.

2. Pegang kartu nama dengan kedua tangan dengan kartu nama menghadap ke arah lawan bicara agar dapat terbaca dengan jelas dan sebutkan nama Anda.

3. Ambil kartu nama lawan bicara dengan tangan kanan memegang sisi kanan kartu nama lawan bicara.

4. Baca dengan baik nama dan jabatan dengan segera setelah menerima kartu namanya.

5. Kartu nama tidak boleh segera disimpan selama masih berbicara. Apabila situasinya berdiri seperti dalam resepsi atau pameran, maka letakkan kartu nama di atas dompet kartu nama dan pegang dengan sebelah tangan selama berbincang. Apabila situasinya duduk seperti dalam rapat, maka letakkan kartu nama di atas meja. Kartu nama baru boleh disimpan setelah pembicaraan selesai.

Dengan mengetahui tata cara di atas, maka kejadian seperti di awal tulisan ini tidak akan terjadi. Semoga tulisan ini dapat berguna bagi para pembaca khususnya yang sering berhubungan dengan orang Jepang.

Iklan

Belajar Bahasa Jepang dari TV Berbayar

Suatu kali, pernah ada orang Jepang yang berkata kepada saya seperti ini,

“Kemarin saya menonton anime Jepang di TV berbayar. Maksud saya adalah untuk belajar bahasa Indonesia karena ada subtitlenya. Tapi kok, ketika saya perhatikan terjemahannya berbeda ya? Penerjemahnya tidak mengerti atau apa?”

Mungkin di antara pembaca blog ini yang mengerti bahasa Jepang juga pernah punya pengalaman seperti di atas. Dialog dalam bahasa Jepang mengatakan A, tetapi terjemahannya menjadi B. Seakan-akan tidak sesuai antara dialog asli dengan terjemahannya.

Namun pernahkah Anda mengganti audionya dari bahasa Jepang ke bahasa Inggris? Jika ya, maka pasti akan terima dengan hasil terjemahan tersebut. Ya, perlu diketahui bahwa film Jepang (termasuk anime, dokumenter dsb.) yang di TV berbayar di Indonesia tidak diterjemahkan dari bahasa Jepang, melainkan dari bahasa Inggris. Saya pribadi tidak dapat mengatakan bahwa semuanya seperti itu. Namun berdasarkan pengalaman saya pribadi, sepertinya hampir semuanya memang diterjemahkan dari bahasa Inggris. Hal tersebut tentunya akan mengganggu bagi orang Jepang yang hendak belajar bahasa Indonesia melalui media film seperti orang Jepang yang saya ceritakan di atas.

Terlepas dari bahasa sumbernya, acara-acara berbahasa Jepang di TV berbaya tetap dapat menjadi untuk bahan belajar bahasa Jepang. Terutama untuk  melatih pendengaran, pelafalan, ekspresi dan tempo berbicara. Selain Animax yang menayangkan anime-anime Jepang, terdapat juga saluran Waku Waku Japan yang menayangkan drama, hiburan dan dokumenter. Kedua saluran tersebut memiliki subtitle dalam bahasa Indonesia sehingga tidak perlu khawatir jika belum bisa menyimak dengan baik dalam bahasa Jepang.

Jika bahasa Jepang sudah tidak masalah, menonton NHK World Premium juga bisa menjadi pilihan. Bagi sebagian orang, NHK terkesan lebih banyak menyiarkan berita. Namun sebenarnya itu adalah sungguh tidak benar. NHK World Premium juga menayangkan drama, dokumeter, hiburan bahkan acara komedi.

Bagi yang sedang belajar untuk JLPT, tidak ada salahnya untuk memanfaatkan TV berbayar sebagai sarana untuk belajar.

Selamat mencoba v(^^)