Mendaftar BPJS

Sebagai pekerja lepas, saya tidak memiliki perlindungan asuransi kesehatan seperti ketika saya masih bekerja sebagai karyawan tetap. Secara pribadi, saya sangat bersyukur dengan adanya program BPJS. Walaupun program ini wajib bagi seluruh WNI, saya pun baru mendaftar setelah melihat sendiri manfaat dari BPJS ini yang dialami oleh keluarga saya.

Mendaftar BPJS sendiri sangat mudah. Caranya bisa dilakukan via online maupun datang langsung ke kantor BPJS. Di sini saya akan tuliskan pengalaman saya ketika mendaftar langsung ke kantor BPJS.

Persyaratan untuk mendaftar BPJS adalah membawa:

1. Fotokopi KTP

2. Fotokopi Kartu Keluarga

3. Paspoto ukuran 3×4

Jangan lupa juga untuk membawa aslinya ketika mendaftar. Kemudian di BPJS tempat saya mendaftar, mereka juga mensyaratkan untuk membawa buku tabungan BNI, BRI atau Mandiri. Ketika saya tanyakan alasan buku tabungan ini, petugasnya hanya menjawab, “Sudah aturan dari sananya, mas”. Menurut saya pribadi, fungsinya adalah agar BPJS yakin bahwa pesertanya dapat membayar melalui bank-bank tersebut. Ya, karena pembayaran BPJS dilakukan melalui salah satu dari ketiga bank tersebut.

Setelah menyiapkan persyaratan di atas. Datanglah ke kantor BPJS mana pun yang terdekat. Mereka tidak mempermasalahkan sekalipun alamat domisili di KTP berbeda dengan aslinya.

Mintalah formulir pendaftaran di kantor BPJS tersebut. Jika yang mendaftarkannya adalah kepala keluarga (suami), maka wajib baginya untuk mendaftarkan juga seluruh anggota keluarganya. Ketika saya mendaftar bulan November 2013, orangtua masih belum bisa diikutsertakan oleh anaknya. Oleh karena itu, jika hendak mendaftarkan orangtua, harus dilakukan di formulir yang terpisah.

Dalam formulir tersebut akan dimintai untuk mengisi data-data pribadi, kelas yang ingin diikuti dan fasilitas kesehatan pertama (faskes I) mana yang akan kita pilih. Premi untuk masing-masing kelasnya adalah:

1. Kelas 1 : Rp. 59.500/bulan

2. Kelas 2: Rp. 42.500/bulan

3. Kelas 3: Rp. 25.500/bulan

Sedangkan untuk faskes I yang dapat dipilih dapat dilihat pada daftar faskes yang ditempel di kantor BPJS. Kita dapat memilih faskes yang terdekat dengan tempat tinggal kita. Faskes tersebut tidak selalu puskesmas, tetapi juga bisa klinik atau dokter pribadi yang sudah bekerja sama dengan BPJS.

Setelah mendaftar, maka petugas BPJS akan memberikan nomor rekening virtual untuk membayar iuran bulan pertama. Pembayarannya dapat dilakukan via teller, ATM dan internet banking. Setelah melakukan pembayaran, datang kembali ke kantor BPJS dengan membawa bukti pembayarannya. Setelah diverifikasi, kartu BPJS pun akan diberikan kepada peserta. Namun kartu tersebut baru dapat digunakan 7 hari setelah pembayaran.

Persyaratan dan proses pendaftarannya sesederhana yang saya tulis di atas. Namun perjuangannya ada pada menunggu antrian. Saya sendiri beruntung tidak perlu mengalami yang namanya menunggu antrian sejak pukul 2 pagi. Ketika saya mendaftar, saya datang pukul 7.30 pagi dan nomor antrian ternyata sudah mulai dibagikan. Saya kebagian nomor 80-an.

Karena sudah yakin akan menunggu, saya pun membawa laptop agar bisa menunggu sambil bekerja. Akhirnya nomor saya pun dipanggil sekitar pukul 1 siang. Di kantor BPJS tempat saya mendaftar, mereka tetap melayani pendaftaran walaupun pada jam istirahat siang.

Setelah menerima nomor rekening virtual, saya pergi ke ATM untuk membayar dan kembali lagi untuk mengambil kartunya. Namun saya tidak bisa mendapatkan kartunya pada hari yang sama karena nomor antrian untuk pengambilan kartu sudah habis.

Saya pun akhirnya datang keesokan harinya. Namun ternyata pada hari tersebut kantor BPJS-nya hanya melayani pendaftaran saja.

Pada kedatangan yang ketiga lah akhirnya saya bisa memperoleh kartunya. Sama seperti ketika mendaftar, saya pun datang sekitar pukul 7.30 pagi dan mendapat nomor 20-an. Saya dipanggil sekitar pukul 9 pagi.

Tips saya bagi yang hendak mendaftar:

1. Bawa persyaratannya dengan lengkap agar tidak perlu bolak-balik

2. Bawa juga alat tulis karena belum tentu kantor BPJS-nya menyediakan

3. Bawa bacaan agar tidak bosan menunggu.

4. Jika sudah dipanggil sejak pagi, segera bayar iurannya agar bisa mendapat kartu di hari yang sama

Semoga pengalaman dan tips saya di atas dapat membantu.

Terlepas dari antriannya yang luar biasa, terima kasih pada BPJS yang sudah menyediakan program kesehatan bagi seluruh WNI.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s