Tips Mengikuti Tes Penerjemah Komik Jepang

Saya mau coba bagikan pengalaman saya ketika mengikuti tes untuk menjadi penerjemah komik Jepang.

Tes untuk menjadi penerjemah komik adalah menerjemahkan komik. Ya, ketika itu saya diberikan 20 lembar (1 lembar 2 halaman komik) naskah komik Jepang yang harus diterjemahkan. Dua puluh lembar tersebut terdiri dari 10 lembar komik shonen dan 10 lembar komik shojo. Tata cara tesnya:

1. Waktunya 4 jam
2. Diperbolehkan untuk menggunakan kamus
3. Menuliskan dalam Bahasa Indonesia dialog-dialog pada komik yang balon dialognya sudah diberi nomor

Karena yang diterjemahkan adalah komik, Bahasa Indonesia yang digunakan tidak boleh kaku, tetapi bukan berarti kaedah-kaedah dalam berbahasa Indonesia jadi dilupakan. Lalu, jangan mentang-mentang ‘hanya’ menerjemahkan komik, kita menganggap remeh kegiatan tersebut. Justru karena menerjemahkan komik, kita harus punya pengetahuan umum yang luas. Kenapa? Karena kita tidak tahu komik genre apa dan cerita apa yang ditawarkan. Pengalaman saya sendiri, ketika tes saya diberi komik tentang mobil. Penggalan naskah yang saya dapat sedang menceritakan bagian-bagian dari mesin mobil. Beberapa orang peserta tes wanita yang ikut tes bersama saya mengeluh karena dia sama sekali tidak mengerti dan di kamusnya tidak ada terjemahan untuk nama-nama suku cadang mobil.

Saya coba berikan beberapa tips bagi yang ingin mengikuti tes penerjemah komik:
1. Usahakan punya pengetahuan umum yang cukup luas. Genre cerita komik sangat bervariatif, tidak melulu fighting seperti Naruto atau One Piece.
2. Pakai kamus elektronik. Jika tidak punya, lebih baik bawa laptop sekalian. Kadang-kadang ada huruf yang kita tidak tahu cara bacanya, sebaiknya punya kamus yang bisa mencari tahu cara bacanya. Kamus elektronik yang bisa membaca stroke sangat membantu, tapi kalau tidak punya, bisa pakai fitur IME di komputer yang sudah terinstall Japanese Laguage Pack
3. Baca komik-komik terjemahan. Beberapa kata yang tidak baku seperti nggak atau kata kerja yang berakhiran -in diperbolehkan untuk dipakai. Usahakan untuk memperhatikan penggunaan kata-kata yang ada di komik-komik terjemahan.

Semoga tips diatas bisa membantu. Bagi yang ingin coba ikutan tes, bisa coba lihat disini. Saya tidak tahu apakah lowongannya masih terbuka atau tidak, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba, bukan?

Selamat mencoba! Gambatte kudasai!

Iklan

Komedi Jepang – Manzai

Satu hal yang saya suka dari tontonan di Jepang adalah acara komedi. Ada beberapa tipe komedi di Jepang. Saya akan mencoba untuk menulis beberapa diantaranya. Jenis komedi yang paling saya suka adalah manzai 漫才. Manzai bisa dibilang mirip dengan stand up comedy yang saat ini sedang populer di Indonesia. Boleh dibilang satu-satunya perbedaan adalah jumlah penampilnya. Jika dalam stand up comedy, jumlah penampilnya satu orang, maka dalam manzai terdapat 2 orang. Kedua penampil ini memiliki peran yang berbeda-beda. Satu orang akan menjadi boke ボケ, sedangkan satu lagi akan menjaditsukkomi つっこみ . Saya tidak yakin bagaimana menerjemahkan kedua istilah ini, tetapi menurut saya contoh yang pas di Indonesia untuk boke adalah Bolot dan tsukkomi adalah Malih .

Boke berperan sebagai pengumpan tawa. Biasanya boke akan bercerita atau memperagakan sesuatu tetapi salah. Fungsi tsukkomi adalah memberitahukan kesalahan yang dilakukan oleh boke. Ketika tsukkomi sedang ‘membetulkan’ boke, disanalah penonton akan tertawa. Kombinasi antara umpan dari boke dan ‘smash’ dari tsukkomi akan menjadi penentu lucu atau tidaknya materi yang disampaikan oleh pasangan manzai atau biasa disebut dengan istilah kombi コンビ.

Materi yang disampaikan oleh pasangan manzai umumnya disampaikan dengan cepat. Pada waktu pertama kali saya melihat manzai, saya tidak bisa menangkap dengan utuh pembicaraan mereka. Jangankan untuk melihat kamus, mendengarkan apa yang disampaikannyapun cukup sulit. Namun setelah terbiasa, saya sungguh merasa sangat terhibur. Materi yang dibawakan biasanya berupa permainan kata atau kejadian-kejadian yang umum di Jepang.

Menurut saya, apa yang membuat materi manzai dapat diterima oleh mayoritas warga Jepang adalah keseragaman pengalaman yang dirasakan oleh setiap orang Jepang. Ketika masih bersekolah, mereka pasti merasakan yang namanya makan siang bersama. Ketika bekerja, mereka pasti akan merasakan lembur dan diajak minum-minum oleh bos. Keseragaman dalam kehidupan sehari-hari menjadikan orang Jepang memiliki ‘pengalaman’ yang sama terhadap hal-hal yang umum. Ketika kejadian-kejadian tersebut diangkat menjadi materi manzai, semua orang akan memiliki memori yang sama.

Bagi yang ingin tahu seperti apa manzai tersebut, saya sertakan link di youtube dari salah satu grup manzai favorit saya, Taka and Toshi タカアンドドシ. Selamat menonton!

Masakan Jepang

Tempura, yakiniku, shabu-shabu, katsu dan sushi adalah contoh dari masakan Jepang yang dikenal oleh orang Indonesia. Masakan Jepang tidak hanya dijual di restoran-restoran Jepang atau di mal-mal sja, tapi kini masakan Jepang bisa ditemui juga di pedagang kaki lima. Kebanyakan dari kita memang mengenal masakan Jepang yang berupa gorengan. Hal ini disebabkan karena telah terjadi penyesuaian rasa agar dapat diterima oleh lidah orang Indonesia. Lalu, seperti apa masakan Jepang yang asli itu?

Ketika berada di Jepang, saya pernah mendapat kesemoatan untuk menikmati hidangan Jepang yang full course. Jangan dibayangkan akan muncul yakiniku, sushi atau masakan gorengan lainnya. Lauk utamanya memang ikan, tapi dihidangkan seperti semur yang memakai kecap asin. Untuk pembukanya berupa tsukemono atau sayuran yang sudah diasinkan. Untuk sup-nya ada miso shiru atau sup miso. Kemudian ada juga tahu sutera mentah. Jujur saja, saya hanya bisa mengatakan bahwa saya bisa memakannya, tapi tidak bisa mengatakan jika itu enak.

Prinsip dalam masakan Jepang adalah sa shi su se so atau dikenal juga dengan istilah ryouri no sa shi su se so. Kelima elemen tersebut harus ada dalam setiap masakan Jepang:
Sa untuk satou (gula)
Shi untuk shio (garam)
Su untuk osu (vinegar)
Se untuk shoyu (shoyu/kecap asin Jepang)
So untuk miso (miso, seperti tauco)

Karena harus mengandung kelima elemen tersebut, tidak heran jika masakan Jepang di dominasi oleh rasa shoyu dan miso. Kalau ingin mencoba hidanga  Jepang asli ketika sedang di Jepang, cobalah untuk menginap di ryokan atau penginapan ala Jepang. Walaupun bukan hidangan full couse, tapi setidaknya kita bisa mencoba apa yang dimaksud dengan ryouri no sa shi su se so tersebut. Selamat mencoba!